Aneh.!! Pihak SDN 85/1 Sumber Rejo Tembesi Rogoh Saku Murid dengan Satu Warung Foto Copy 

0
Spread the love

Siasatinfo.co.id, Berita Batang Hari – Aneh – aneh saja cara untuk menekan murid sekolah di Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi yang saat berstatus Zona Merah.

Terbukti, ditengah himpitan ekonomi dampak Covid-19, lagi – lagi tingkat pendidikan dasar membuat orang tua siswa harus merogoh kantong untuk kebutuhan sekolah anak anak mereka.

Hal tersebut terjadi pada SDN 85/1 Sumber Rejo kecamatan Muara tembesi,kabupaten Batanghari di mana Buku paket pelajaran siswa harus fhoto copy sendiri.

Ironis memang, sementara Pemerintah Pusat telah mengalokasikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tiap tahun nya di mana keberadaan  BOS tersebut telah memprogramkan 1 siswa 1 Buku dengan Ada nya pembelian buku pelajaran tiap tahun nya

Pantauan Siasatinfo.co.id, Kamis 15/07/2021 terdapat 3 item buku paket pelajaran terbitan Yudhistira itu baru di selesai di warung fhoto copy GGSP tepat di seberang Gedung sekolah SDN 85/1 Sumber Rejo KM VI Muara Tembesi, tepatnya di Jalan Muara Bulian Tembesi.

Buku paket yang di fhoto copy tersebut berupa Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi pekerti, Matematika, dan buku selamatkan lingkungan Hidup.

Menurut keterangan pemilik toko fhoto copy, Edi mengatakan kalau diri nya hanya mem – copy buku buku tersebut dari per orangan, tanpa kerja sama dari pihak sekolah. tapi ironisnya, pesan singkat Grup WhatsApp Anak Tembesi yang di duga dari pihak sekolah yang sempat dikutip.

“asm yang mau poto kopy buku paket silahkan datang ke poto kopy di dpn sd 85”

Pesan whatsapp grup tersebut terkesan mengarahkan orang tua siswa pada satu toko fhoto copy, ada apa?

Namun Kepsek SDN /1 Sumber Rejo, Saparuddin,S.Pd beberapa kali dihubungi wartawan lewat telepon seluller tidak mengangkat.

Pada pesan whatsapp lainnya wali kelas 4 B berinisial S  mengatakan kekurangan buku, sementara dana BOS sudah menjamin buku buku pelajaran buat peserta didik.

“kita kekurangan buku jadi klu mau poto copy bae dengan catatan tidak dipaksa” kata pesan singkat group Whats App tersebut.( Herlas) 

Tinggalkan Balasan