Rusuh Demo di Wamena, 9 Perantau Asal Ranah Minang Tewas

0
Aksi demo di Wamena berakhir rusuh dan massa bakar rumah warga, Senin 23/9/19.
Spread the love

Siasatinfo.co.id Berita Padang,- Aksi unjuk rasa digelar para pelajar serta mahasiswa berujung rusuh dan pembakaran banyak ruko, Senin (23/9/19) di Wamena, Jaya Wijaya Papua, merenggut 26 jiwa ternyata 9 orang perantauan asal suku minang, Pesisir Selatan (Sumbar) turut menjadi korban.

Informasi yang diperoleh siasatinfo.co.id, Kerusuhan di Wamena, Papua, memakan banyak korban jiwa. Sembilan di antaranya adalah perantau asal Sumatera Barat (Sumbar). Berdasar data yang diperoleh Pemprov Sumbar, terdapat sembilan warga asal Ranah Minang yang meninggal dunia akibat kerusuhan tersebut.

Kepala Biro Humas Pemprov Sumbar Jasman Rizal mengatakan, atas nama masyarakat dan pemerintah daerah menyampaikan rasa duka yang mendalam atas meninggalnya sembilan warga Sumbar di Wamena. “Kita mendoakan para korban husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dalam menghadapi keadaan ini,” kata Jasman, Selasa (24/9).

Lebih lanjut Jasman menuturkan, kini warga Sumbar lainnya di Wamena telah diungsikan ke Jayapura. Terutama para perempuan dan anak-anak. Sedangkan untuk laki-laki masih bertahan. “Kepada warga Sumbar yang masih bertahan di Wamena kami imbau agar berupaya dengan berbagai cara untuk menyelamatkan diri dan jangan terpancing dengan hal apa pun yang dapat mengganggu keselamatan,” imbuh Jasman.

Adapun warga Sumbar yang menjadi korban jiwa di Wamena atas nama Syafriyanto (36), Putri (30), istri Syafrianto, Rizky (4), (anak Syafrianto). Lalu, Jefry Antoni (23), Hendra (20), Ibnu (8), Iwan ( 24), Nofriyanti (40),  dan Yoga Nurdi Yakop (28). Semua korban tercatat berasal dari Kabupaten Pesisir Selatan.

Sementara itu, Pemprov Sumbar memberikan bantuan dengan menanggung sepenuhnya proses pemulangan jenazah ke kampung halaman.

“Seluruh biaya peti mati ditanggung sepenuhnya oleh Pemprov Sumbar. Ambulans sudah disiapkan di BIM (Bandara Internasional Minangkabau) untuk mengantarkan jenazah ke kampung masing-masing korban,” imbuh mantan Kadisparbud Kabupaten Solok itu.

Berdasar data Ikatan Keluarga Minang (IKM) Papua, jumlah perantau Minangkabau di Bumi Cenderawasih mencapai sekitar 1.200 jiwa. Sementara itu, dalam kondisi saat ini Pemprov Sumbar terus berkoordinasi dengan Korem 172/Praja Wira Yakthi (PWY). Sebab, sebagian besar warga Sumbar di Wamena mengungsi di Markas Kodim di wilayah Korem 172/PWY.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut, hingga Selasa (24/9) tercatat 26 masyarakat sipil dipastikan tewas akibat kerusuhan di Wamena. Mayoritas masyarakat pendatang. “ Sebanyak 22 orang adalah masyarakat pendatang,” ujar Tito dalam konferensi Pers di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa (24/9) kemarin.

Umumnya mereka bekerja di Papua sebagai tukang ojek, pekerja ruko, karyawan retoran, dan lain sebagainya. Mereka tewas dengan luka bacok, tertembus panah dan kekerasan lainnya.

Untuk menjamin keamanan warga di Wamena, terutama warga pendatang, Kapolri telah menambah jumlah pasukan keamanan.

“Masih banyak pendatang yang mengungsi di kantor kodim, kantor polres, di kantor aparat-aparat keamanan yang ada di sana. Kita berusaha menjamin dulu keamanan dengan memperkuat, menambah jumlah personel lagi,” tandas Tito Karnavian.(Brt/red).

Tinggalkan Balasan