Miris! Ibu Kena Gula Darah, PSK Online Jajakan Diri ke Pria Capai 8 Orang Sehari

0
Wanita PSK sedang diperiksa petugas.
Spread the love

Siasatinfo.co.id, Tanggerang – Miris! Sebuah cerita pilu dari Dinda (19), seorang pekerja seks komersial (PSK) terpaksa melayani pelanggan sebanyak 8 orang dalam sehari demi mencari uang untuk biaya pengobatan sang ibu yang terserang gula darah.

Sepertinya pengakuan Dinda ini karena susah mencari pekerjaan yang halal membuat ia terpaksa harus terjun ke dunia gelap dengan menempuh segala resiko.

Tapi sial bagi Dinda, ia terjaring razia di apartemen kawasan Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang saat sedang melayani pria yang bernama Dafa (Sat Pol PP Nyamar Pelanggan – Red). Dafa tak lain adalah Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Ghusfron Falfeli.

Dinda mengaku tinggal di bilangan Jakarta Barat. Awalnya Dinda bukan bekerja sebagai PSK.

Awalnya Dinda bukan bekerja sebagai PSK, tapi sebagai admin yang bertugas melakukan transaksi via aplikasi, lalu meneruskan pesanan ke penyedia layanan esek-esek.

Namun lama kelamaan Dinda tergiur dengan uang diperoleh. Dinda mengatakan setiap harinya ia bisa mengantongi Rp 1 juta. “Paling banyak Rp 2,5 juta,” ungkap Dinda.

Diketahui, Dinda menjalani profesi PSK online sudah dua bulan Dinda menjalani pekerjaan ini. Untuk sekali kencan, Dinda memasang tarif Rp 1,5 juta lewat aplikasi MiChat dilansir dari Sosok.id.

“Sekali main paling lama juga 15 menit. Kalau lagi ramai bisa 5 sampe 8 tamu seharinya. Biasanya ramai di hari Jumat, Sabtu sama Minggu. Kalau hari hari biasa paling banyak 4 tamu,” sambung Dinda.

Pekerjaan ini membuat Dinda juga merasakan sakit pada organ intimnya.

Meski begitu, Dinda tak kapok. Ia justru mengakali rasa sakit tersebut menggunakan minuman beralkohol.

Dinda juga menceritakan kebanyakan tamunya pria yang seumuran dengan almarhum ayahnya.

“Biar pakai pelumas sakit mah tetep. Kan kita begituan sama bukan orang yang kita sayang apalagi kebanyakan tamu saya seumuran almarhum papa,” kata wanita yang kerap mengenakan pakaian seksi ini.

Kendati demikian Dinda tidak menampik pernah menikmati berhubungan intim dengan tamu yang disukainya. Sebab pelanggannya itu berparas rupawan dan sopan.

“Tapi jarang banget orang ganteng sopan baik. Biasanya mah gitu ya mau gimana. Lagi namanya juga tamu punya uang, ya mau enggak mau kita wajib layani,” ungkap Dinda.

Uang hasil kerjanya digunakan keperluan pengobatan ibunya yang menderita gula darah.

“Buat beli obat mama kena gula. Makanya saya berani terjun ke kayak gini abis dulu waktu kerja di toko jangan buat beli obat, buat ongkos sama makan aja sudah kurang,” tuturnya bernada manja.

Selain dibelikan obat untuk orang tua, masih menurut dara manis berdarah Medan tersebut hasil yang didapat juga digunakan untuk perawatan wajah dan kulit di klinik kecantikan.

“Kita kerja beginian ya harus tampil cantik. Mau enggak mau saya tiap minggu ke klinik kecantikan minimal biar tambah menarik,” bebernya.

Ia mengaku biaya yang digunakan untuk perawatan pada klinik kecantikan tidak lah murah. Pasalnya dalam setiap mengunjungi klinik kecantikan dirinya harus merogoh kocek Rp. 3 – 5 juta.

“Sisa dari ke klinik sama buat beli obat mama saya pakai buat kebutuhan makan dan sehari – hari. Kalau ada lebihan saya ngajak mama buat sekadar jalan – jalan,” papar Dinda.

Terungkap Bisnis prostitusi di apartemen ini berhasil terbongkar setelah pejabat Satpol PP Kota Tangerang menyamar sebagai pelanggan bernama Dafa.(Ynr/Sst).

Tinggalkan Balasan