Dua Tahun Ratusan Juta Dana DD di Desa Jambu Tebo, Diduga jadi Santapan Segar Petinggi Desa

0
Spread the love

Siasatinfo.co.id Berita Tebo,-Dua tahun berturut – turut sejak tahun 2017 hingga 2018, dana desa Jambu, Kecamatan Tamiang, Kabupaten Tebo, diduga hanya menguntungkan para petinggi desa saja.

Namun, perlakuan curang oknum Kades bersama – sama perangkatnya, belum terendus oleh aparat penegak hukum dan lolos dari audit Inspektorat Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

Disianyalir ada indikasi permainan mata antara Kades Husairi, Sekdes, dan Hendra selaku bendahara Desa Jambu.

Berhasil diperoleh keterangan oleh siasatinfo.co.id dengan beberapa tokoh dan warga setempat, selain dana buka jalan dan perkerasan tahun 2017 senilai Rp 600 juta yang saat inj rusak berat dengan waktu singkat, ternyata ada juga Proyek Ponton senilai Rp 406 juta juga menjadi sasaran empuk oknum Kades Husairi bersama rekannya.

“Dana fisik untuk kegiatan pembuatan ponton penyeberangan berlokasi di ujung desa jambu rt. 03, dengan jumlah anggaran Rp. 406.000.000 (empat ratus enam juta rupiah), berindikasi mark up anggaran,” ungkap Suhairi kepada siasatinfo.co.id.

Diketahui untuk pembangunan Ponton tersebut, volume 4.20x 12.30, dengan jangka waktu kegiatan selama 120 hari.

“Pelaksanaan pembuatan Ponton penyeberangan warga setempat, dikerjakan Kades Husairi, Hendra (bendahara),Dana (sekdes).

“Mereka mengelola dana desa (DD) tidak transparan terkesan menutupi dari  masyarakat warga sini,” ungkap Suhairi bersama warga setempat.

Dijelaskan Usnul kepada siasatinfo.co.id, saat ini cukup santer beredar di kalangan masyarakat, bahwa mesin pendorong laju ponton mestinya menggunakan mesin mobil yang berkapasitas tinggi.

“Tapi pihak pejabat desa Husairi hanya menggunakan mesin yang berkapasitas 33 PK. Seperti mesin bekas (second) yang mereka beli.

“Soalnya di ditemukan dibeberapa bagian bodi mesin sudah berkarat bukan seperti mesin baru. Alhasil baru beberapa minggu ponton beroperasi mesin sudah mengalami kerusakan,” ujar Usnul dengan nada kesal.

“Pernah beberapa kali kami menyampaikan kepada Kades Husairi untuk melakukan penggantian mesin baru. Tapi Kades Husairi seakan tak peduli,” tambah Usnul.

Hingga saat ini, pembangunan Ponton penyeberangan akses sebagai ganti penyeberangan bagi warga petani ke sawah, sawit, dan karet kecewa atas pembangunan ini.

Warga Desa Jambu berharap agar pihak aparat penegak hukum dan Inspektorat untuk segera mungkin melakukan penyidikan terhadap dugaan penyelewengan anggaran dari dua proyek dilokasi desa Jambu.( Budi ).

 

Tinggalkan Balasan