Disorot Cafe Remang Remang, Lina Pemilik Cafe Angkat Bicara

0
Spread the love

Siasatinfo.co.id Berita Kerinci – Lina (37) angkat bicara soal Cafe Mini Qinara berlokasi di Dusun Tiga arah jalan kantor Bupati Kerinci, miliknya dituding cafe remang – remang yang meresahkan masyarakat Desa Talang Tinggi, Kecamatan Siulak Mukai Kabupaten Kerinci Jambi.

Padahal, Cafe Mini Qinara dibangun Lina (37) bersama suaminya Hendri (46) dempetan dengan rumahnya, merupakan cafe tempat minum biasa dengan berbagai menu seperti, Nasi Goreng, Mie Goreng, Minuman Kopi, Teh Susu, dan lainnya yang disajikan ke para pengunjung.

Lokasi Cafe Mini Qinara Pinggir Jalan Umum Arah Kantor Bupati Kerinci.Foto Harian Online Siasat Info

Pantauan siasatinfo.co.id, Minggu (5/7/2020) langsung ke lokasi Cafe Mini Qinara tepatnya pinggir jalan umum arah kantor Bupati Kerinci tidak ditemui adanya kejanggalan seperti yang diasumsikan negatif.

Menurut Lina yang didampingi suaminya Hendri serta 2 orang anak bocahnya kepada Siasatinfo.co.id Minggu (5/7/2020) sekitar pukul 11:30 WIB, menyebutkan bahwa Cafe Mininya hanya tempat minum dan makanan seperti layak warung – warung lain.

“Kami tau ada yang sengaja memberitakan cafe kami tempat warung remang – remang, tapi selama ini cafe kita hanya tempat minum kopi dan pesan nasi goreng dan mie goreng.

“saya malah jadi heran tiba – tiba ada tudingan bahwa cafe kami diasumsi kan negatif dan meresahkan warga sini.

“makanya saya datang kerumah Kades Talang Tinggi mempertanyakan soal tudingan itu, tapi beliau malah tidak ada dapat informasi cafe kami meresahkan masyarakat,”ungkap Lina Kecewa dengan sorotan sepihak yang mengada -ngada.

Disorot soal ada dua (2) kamar indekost sisi belakang rumahnya, Lina bersama suaminya mengakui memang ada disewa 5 orang wanita, 1 kamar dihuni 3 orang yaitu, Niki, Keke, Arel, dan satu kamar lainnya disewa oleh 2 orang wanita Lilis dan Laras.

“Mereka memang benar indekost disini, tanpa ganguin para pengunjung cafe kita. Soal profesi mereka kerja sebagai pemandu karoeke di tempat lain itu, sah – sah saja.

“Tidak mungkinlah kita mengurusin kerjaan mereka. Mereka kadang pergi dari kamar sekitar pukul 19:30 WIB dan pulang paling lambat sekitar pukul 24:00 WIB dari tempat kerja mereka.

“Namun sampai saat ini, mana ada laki – laki yang berani masuk kedalam indekost saya,”tandas Lina dengan nada tinggi.

Sementara itu, 3 wanita yang menghuni kost milik Ibu Lina yaitu, Niki, Keke dan Arel saat dimintai keterangannya oleh siasatinfo.co.id mengatakan, mereka memang bekerja sebagai pemadu karoeke di tempat lain bukan di cafenya ibu Lina.

“Kami memang betul kerja sebagai pemandu karoeke, kadang siang hari kami ada job. Ya, kadang sering juga dimalam hari dan pulang paling lambat sampai jam 12 malam.

“Disini kami cuma indekost saja koq, kalau kerja tentu ditempat karoeke yang ada buka dan job. Gaji kami pun hanya Rp 50 ribu perjam sebagai pemandu karoeke,”terang Niki bersama rekannya Keke dan Arel.(Ys/Red).

Tinggalkan Balasan