Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci – Menguap pelaksanaan proyek bidang tanggap darurat (TD) di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kerinci anggaran tahun 2026 secara diam-diam dikerjakan.
Bidang Tanggap Darurat PUPR Kerinci terkesan buru-buru dikerjakan dan sangat ceroboh menggelontorkan uang daerah untuk lokasi proyek tembok penahan yang dinilai tak layak dilokasi tersebut.
Terbukti, seluruh paket proyek APBD murni tahun 2026 di Kantor Dinas PUPR Kerinci belum satupun paket tender yang berjalan dan selesai digelar.
Selain paket lelang belum kelar, paket penunjukan langsung (PL) pun belum ada satupun sudah berkontrak.
Tak heran banyak diantara Tim Sukses Bupati Monadi-Murison kecewa dan selalu pertanyakan kapan pelaksanaan tender dan kue proyek dibagikan.
Ironisnya, Bidang Tanggap Darurat PUPR Kerinci secara diam-diam sudah bagikan kue proyek ke orang yang tak jelas dan berseberangan politik.
Janggalnya, paket tanggap darurat yang tak pantas berada dilokasi Sungai Hamparan Pugu tersebut malah secara diam-diam sudah dilaksanakan dan berkontrak.
Terpantau dilapangan pelaksanaan kerja konstruksi fisik dengan pekerjaan Tembok Penahan Sungai Desa Hamparan Pugu tepatnya berlokasi di belakang Hotel Rindau Semurup, wilayah Kecamatan Air Hangat Barat.
Berdasarkan hasil investigasi dilapangan oleh kru Siasatinfo.co.id, Rabu kemarin (9/9/2026) sekitar pukul 11:00 WIB, pekerjaan proyek ini sudah hampir selesai dikerjakan oleh CV Gibran Akbar.
Proyek tembok penahan habiskan anggaran senilai Rp. 148.800.000,- (Rp 148,8 Juta) ini, dikerjakan CV Gibran Akbar dengan pelaksanaan 90 hari kalender bersumber dari APBD Murni tahun 2026 dengan tanggal kontrak 10 Agustus 2026.
Menurut keterangan sumber paket proyek tembok penahan di Sungai Hamparan Pugu ini tidak layak ditempatkan dilokasi tersebut dan perlu dipertanyakan.
“Apa dasarnya proyek bidang tanggap darurat di laksanakan dilokasi sungai belakang Hotel Rindau yang kesannya terburu-buru dikerjakan, bidang lain di PUPR belum ada yang mulai kerja.
Masih banyak lokasi dinilai yang lebih parah dan dilaksanakan pekerjaan proyek tanggap darurat.”
Apa memang lokasi itu rawan dengan banjir? Jangan-jangan ada permainan licik bidang tanggap darurat dengan pemilik paket sehingga memaksakan diri paket ini dikerjakan disitu,”ujarnya sumber.
Sementara Saprida selaku Kabid Tanggap Darurat Dinas PUPR Kerinci dikonfirmasi Kru Siasatinfo.co.id belum menjawab pertanyaan terkait pekerjaan tembok penahan di Sungai Hamparan Pugu Semurup. (Mul/Red)


















