Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci –Setelah mencuat dugaan paket-paket proyek Bidang Tanggap Darurat di Dinas PUPR Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, terjadi Mark Up anggaran.
Sepertinya kesan paket permainan tanpa diketahui publik dengan dugaan proyek terselubung, sontak bikin komentar publik makin garang untuk tetap diusut tuntas secara hukum.
Soalnya, untuk kegiatan konstruksi proyek bidang tanggap darurat dipicu dari ketidak transparansinya pada publik dalam pelaksanaan titik lokasi pekerjaan.
Akibatnya, tak heran jika dana Rp. 4 Miliar dikelola Bidang Tanggap Darurat dipimpin Saprida ST, menuai sorotan miring karena menghabiskan anggaran dana sekitar Rp 4 M bersumber dari APBD-P hanya dari bulan Oktober-Desember tahun 2025 dari Pemkab Kerinci.
Menurut beberapa keterangan sumber para aktivis senior dan internal Dinas PUPR kepada Siasatinfo.co.id, Kamis (12/3/2026), dengan tegas mengatakan bahwa dana sekitar Rp 4 M di tanggap darurat harus diusut tuntas berwenang.
“Habiskan dana Rp 4 M untuk pelaksanaan Bidang Tanggap Darurat kami nilai cukup fantastis dan tinggi dugaan laporan SPJ penggelembungan (Mark Up) anggaran.
Masak dengan waktu singkat dari pertengahan bulan Oktober sampai Desember tahun 2025 bisa-bisanya anggaran Rp 4 miliar tertelan habis, sementara di bidang-bidang lainnya dananya pada APBD Perubahan sangat kecil.”
“Coba saja minta SPJ serta jumlah paket proyek, titik lokasi dan jumlah dana per paket yang sudah di SPJ kan. Apa lagi jika ada memakai alat berat jenis ekskavator bantuan gubernur ternyata dalam laporan disewakan termasuk biaya operator, ini harus di cek betul oleh pihak aparat berwenang, ” Ujarnya sumber.
Sementara itu, Ir. Maya Novefri, ST, selaku Kadis PUPR Kerinci mengatakan kepada Siasatinfo.co.id, bahwa pelaksanaan kegiatan paket tanggap darurat tidak hanya konstruksi saja, tapi ada beberapa titik mengerahkan 1 hingga 2 unit alat berat ke lokasi kerja.
“Kalau itu mau dijelaskan per paket sangat susah karena ada yang cuma ngirim alat berat dan material. Kadang 2 alat berat, jadi tidak bisa dikatakan untuk konstruksi semua.
Kalau untuk tahun 2025 ada 65 titik lokasi, Dan itu sudah kita laporkan untuk berita capaian pak bupati di tahun 2025 lalu,”ujarnya Kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kerinci.
Anehnya, Kabid Tanggap Darurat, Saprida ST saat menghubungi Redaksi Siasatinfo.co.id, Rabu malam (11/3/2026) terkesan enggan menyebutkan jumlah paket tanggap darurat yang tersebar di Kabupaten Kerinci.
Alasannya Saprida ST, sulit di klarifikasi tentang daftar jumlah paket serta titik lokasi kalau melalui via PDF.
“Banyak yang harus dijelaskan bang, tidak bisa kita kirim datanya,” Ujarnya berdalih kepada Redaksi Siasatinfo.co.id, saat diminta untuk mengklarifikasi berita.
Lebih parah lagi, setiap paket tanggap darurat tidak ditayangkan di LPSE. Selain tanpa tayang, paket-paket dilaksanakan tanpa pengumuman papan proyek.
“Tak heran jika publik menilai di bidang tanggap darurat PUPR tuai buah bibir yang terkesan sengaja menutup-nutupi kegiatan pelaksanaan paket proyek yang mereka kelola.
Habiskan anggaran Rp 4 M di Bidang tersebut perlu diaudit tim Inspektorat dan diketahui Bupati Kerinci kemana saja penyalurannya.”
“Jangan-jangan dengan tertutup nya informasi paket membuat pejabat di bidang itu banyak laporan rekayasa dengan mark up anggaran untuk keuntungan pribadi yang memantik korupsi, ini harus diusut penegak hukum,”ujar beberapa sumber.(Tim Red)
Post Views: 11