Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci – Semakin menjadi-jadi saja bermoduskan memeriahkan acara dengan dugaan Punguatan Liar (Pungli) di SD IT Almadina Siulak.
Terbukti, ada bocoran yang diedarkan dalam group whatsapp SD IT Almadina dengan pengumuman pembayaran uang sekitar Rp 700 Ribu per orang murid yang cukup membebani wali murid.
Menurut sumber kepada Siasatinfo.co.id beberapa hari lalu menyebutkan pungutan uang untuk pembayaran kegiatan wisuda tahfizd dan khatam Alquran, lalu dana BOS dikemanakan?
“Padahal SD IT Al Madina Siulak, mendapatkan bantuan dana Bos paling besar menerima dari SD lainnya di Kecamatan Siulak dan sekitarnya.
Sudah mendapatkan Bos besar tetapi pemungutan uang ke murid tetap terus berjalan.”
“Lebih baik tutup saja dana bosnya, mohon bantuan untuk meluruskan Bos, sekolah tak boleh lagi memungut biaya apapun kecuali uang SPP untuk SD swasta,” Ujarnya sumber.
Dikutip dari sebuah pengumuman yang beredar dari group whatsapp oleh sumber kepada Siasatinfo.co.id terungkap ada kalimat pungutan uang seperti wajib bayar. Pengumuman ini langsung disampaikan oleh wali kelas 6 sesuai hasil rapat dengan Kepala Sekolah.
“Selamat siang bapak dan ibu wali murid. Kami sebagai wali kelas 6 ,ingin menyampaikan hasil dari diskusi kami dengan bapak kepala sekolah mengenai kegiatan wisuda tahfizd dan khatam Al-Qur’an.
Bahwa guna menyukseskan kegiatan kita bersama, ananda di kenakan iuran sebanyak Rp. 700.000,-/ murid.”
“Boleh diansur mulai dari besok, atau untuk meringankan, anak² boleh menabung setiap hari nya, minimal Rp. 10.000,” Ucapan dalam pengumuman oleh Wali Kelas 6 SD IT.
Diketahui jumlah murid untuk Kelas 6 SD IT Al Madina saat ini berjumlah sekitar 36 orang. Jika pungutan uang sekitar Rp 700 Ribu per murid nilainya cukup pantastis jika kita kalikan bisa mencapai Rp. 25.200.000 (Dua Puluh Lima Juta Dua Ratus Ribu Rupiah).
Pungutan pantastis dan meresahkan para wali murid Jepang lebaran Idul Fitri, ini tentu tak bisa dibiarkan terus berlanjut di SD IT Al Madina yang disoroti sebuah pungutan liar yang harus diusut penegak hukum.
Hingga berita ini dipublish Siasatinfo.co.id, belum ada keterangan dari Kepala Sekolah dan Wali Kelas 6, walau kru Siasatinfo.co.id sudah datang ke sekolah namun sedang tidak di tempat. (Tim Red)