Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci – Proyek pekerjaan jalan aspal lapen berlokasi di Sungai Tutung – Pungut Mudik, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi dikerjakan CV. Ahmad Khalif Nadhif kini menuai sorotan miring warga Sungai Tutung dan publik, karena di nilai asalan kerja.
Selain asal kerja kontraktor pelaksana proyek Jalan Sungai Tutung – Pungut Mudik, hasil pekerjaan dapat mengancam keselamatan pengendara motor dan mobil, karena meterial pasir sengaja disiram diatas permukaan badan jalan yang berakibat fatal bagi warga masyarakat.
Ironisnya, pihak kontraktor menyiramkan pasir diatas permukaan badan jalan di duga untuk menutupi ketebalan aspal lapen yang tipis dan jika dikorek tangan saja aspal terkelupas dan yang muncul tanah.
Pekerjaan proyek tender dengan nilai kontrak sebesar Rp. 1.544.000.000. (Satu Milyar Lima Ratus Empat Puluh Empat Juta Rupiah) Tahun Anggaran 2025 dengan sumber dana dari APBD Perubahan Pemkab Kerinci dari satuan Dinas PUPR.
Sesuai tanggal kontrak kerja dimulai pada tanggal 30 Oktober 2025 dengan pelaksanaan kerja terhitung 60 hari kalender, dengan Nomor kontrak: 620/011/kontrak – DAU/BM/ PUPR 2025.
Berdasarkan hasil investigasi Kru dari Media Siasatinfo.co.id, Jum’at (27/2/2026) dilokasi proyek jalan yang telan dana Rp. 1,544 Miliar, ditemukan beberapa titik pengaspalan lapen tipis dan berpotensi merugikan keuangan negara yang tidak dapat ditolerir BPK RI Perwakilan Provinsi Jambi dan harus diusut penegak hukum.
“Kami sudah investigasi ke lokasi proyek jalan yang dikerjakan CV. Ahmad Khalif Nadhif dengan Direktur Robi warga Semurup.
Tetapi santer dilapangan beredar kabar dan diakui di internal Dinas PUPR dan beberapa sumber, bahwa paket Milaran Rupiah ini pemiliknya adalah Pokir dewan Surmila seorang wakil anggota DPRD Kerinci.”
“Ada pasangan drainase yang terputus tidak mengikuti sepanjang jalan diperkirakan sepanjang 100 hingga 130 meter, Tim Pemeriksa BPK Provinsi Jambi sudah turun lokasi,” Ujar Mulyadi.
Lanjutnya, ada kejanggalan material ditemukan pada pasangan menggunakan baru apung warna hitam yang jarang dan langka digunakan dalam pasangan drainase.
“Ukuran Lebar permukaan pasangan drainase sekitar 18 CM, Tinggi pasangan kiri 39 – 40 CM, Ketinggian pasangan drainase bagian kanan 62 CM.
“Kami minta pasca pemeriksaan BPK RI Perwakilan Jambi yang dilaksanakan pada hari Rabu, 25 Februari 2026 harus ada keterbukaan agar publik tau bagaimana hasil temuan proyek jalan milik dewan Kerinci ini,” Tegas Mulyadi bersama rekan-rekannya.
Terpisah menurut warga yang melintasi jalan tersebut menyebutkan kalau pekerjaan jalan aspal materinya diambil di sekitar lokasi proyek.
“Aspal digoreng di sekitar lokasi kerjaan seperti yang kami lihat, hamparan aspal tipis nian. Material batu juga diambil sekitar lokasi.
Kami melewati jalan yang disiram pasir sepanjang jalan sangat mengirikan, licin dan takut jatuh. Ini sangat mengancam keselamatan pengguna jalan,” Ujar beberapa warga yang melintasi jalan tersebut. (Mul/lim)
Post Views: 9