Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci – Heboh soal pekerjaan jalan Aspal Hotmix dikerjakan CV. Abbiyu Bangun Kontruksi (ABK) tanpa memakai lapisan pondasi bawah atau agregat B.
Padahal Kementerian Pekerjaan Umum Agregat B lebih kasar, digunakan sebagai pondasi bawah karena kemampuannya menopang beban berat.
Sementara Agregat A memiliki gradasi lebih halus, rapat, dan kuat, digunakan sebagai lapis pondasi atas (dekat aspal). LPA memiliki angularitas lebih tinggi (batu pecah) dibandingkan LPB, dengan ukuran maksimum yang berbeda.
Kini dugaan pencurian volume serta cacat konstruksi viral menuai buah bibir publik dan warga kampung Bupati Kerinci Desa Mukai Tinggi.
Pasalnya, dengan menelan dana APBD 2025 senilai Rp 696 Jutaan dari satuan kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi, berpotensi korupsi dan menyalahi spesifikasi dalam RAB.
Ironisnya, aspal hotmix cuma sepanjang 400 Meter dengan lebar 3,5 meter habiskan uang APBD Rp. 696 juta dikerjakan CV. Abbiyu Bangun Konstruksi belum genap satu bulan sudah mengelupas dan rusak di permukaan badan jalan.
Menurut keterangan Mulyadi aktivis pegiat anti korupsi kepada Siasatinfo.co.id, Senin (25/2/2026) dengan tegas mengatakan agar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jambi untuk mengaudit dan memeriksa secara ketat proyek ini.
“BPK RI Perwakilan Jambi diminta tidak hanya memeriksa pekerjaan proyek senilai milyaran saja dan enggan masuk lokasi proyek dibawah satu miliyar.
Pekerjaan Jalan aspal hotmix Mukai Tinggi link Danau Tinggi (Simpang Sungai Sedap) harus diperiksa BPK secara menyeluruh, ketebalan aspal, lebar dan panjang, atau volume proyek ini dikuatirkan terjadi dugaan korupsi dan pencurian volume. “
“BPK juga diminta warga untuk mengevaluasi aliran dana pekerjaan aspal hotmik yang kesannya seperti Aspal Goreng sekelas aspal dikerjakan di didesa-desa di Kerinci. Ini kan aneh jika dibiarkan oleh BPK tanpa pemeriksaan dilokasi,” Ujar Mulyadi bersama rekannya.
Informasi diterima, selain BPK RI Perwakilan Jambi bakal di desak turun lokasi proyek ini, kejanggalan pelaksanaan proyek Aspal Hotmix diakui dikerjakan Yuldi Herman Mantan DPRD Kerinci yang menggunakan CV. Abbiyu Bangun Konstruksi milik Zulfrianto.
Kasus dugaan kecurangan proyek ini, warga sekitar lokasi desa Mukai Tinggi berharap agar dapat diusut tuntas oleh Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Sungai Penuh.
Berdasarkan investigasi dilapangan lebar aspal semestinya 3,5 meter ditemukan di beberapa titik hanya berkisar 3,25 meter dan 3,40 meter.
Ditemukan, ketebalan aspal sangat tipis yang berukuran sekitar 3 hingga 4 cm, bahkan ditemukan 2,5 CM. Padahal menurut RAB menurut pelaksana CV ABK, Zulprianto, panjang 400 meter, lebar 3,5 meter, tebal 6 hingga 7 cm. (Tim/Red)
Post Views: 4