Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci – Hiruk pikuk permainan kotor dugaan segepok uang pelicin guna pengurusan pencairan tarmin akhir progres kerja kontraktor di kantor Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi sudah sangat meresahkan dan menuai buah bibir.
Santer kabar modus gerogoti kontraktor pelaksana tidak hanya meresahkan para rekanan, tetapi tingkah laku dan perilaku di bendahara keuangan PUPR Kerinci memantik kekesalan sebagian pegawai dan staf dilingkup internal kantor tersebut.
Namun ironisnya, modus operandi sebagai sarang pungutan liar merecoki uang kontraktor kecil maupun skala besar tanpa ampun. Buntutnya tetap merogoh kocek bagi rekanan yang berurusan di ruangan Bendahara Pengeluaran tanpa terlirik penegak hukum.
Berdasarkan informasi berhasil dihimpun Siasatinfo.co.id, Senin 12 Januari 2025, mengungkapkan bahwa permainan kotor ala gaya Pungutan Liar sudah sangat kronis di meja ruangan bendahara pengeluaran atau perbendaharaan Dinas PUPR Kerinci.
“Memang betul sudah menjadi buah bibir di internal kantor karena sudah terlalu berani mematok jumlah nominalnya ke rekanan kontraktor.
Kalau informasi diperoleh dari banyak rekanan dalam pengurusan uang tarmin 100 persen diminta paling rendah sebesar Rp 250 ribu per satu bahan.”
“Nominal yang diminta bervariasi yakni, berkisar dari Rp 250 ribu sampai Rp 800 ribu di bendahara pengeluaran yang dijabat ibuk Santi,”ujar sumber yang tidak dipublish.
Terakhir kabar diterima menyebutkan bahwa kisruh dan carut marut di kantor PUPR Kerinci dipimpin Maya Novefri itu sudah sampai ditelinga Bupati Kerinci dan sontak menjadi gerah.
Mendapat informasi miring demikian, Bupati Monadi pun melakukan sidak dikantor PUPR secara diam-diam di internal kantor tersebut.
Namun hingga berita ini dipublish belum diketahui secara detil apa saja temuan kejanggalan serta dugaan santer uang setoran haram di ruang bendahara pengeluaran yang sudah menguap ke publik. (Tim/Red)


















