Mangkrak!! Dewan Keluhkan Proyek Rehab Kantor DPRD Sungai Penuh, Perusahaan Konsultan Dari Pekan Baru Riau

0

Siasatinfo.co.id, Berita Sungai Penuh – Pelaksanaan kegiatan proyek rehab Gedung Kantor Dewan Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi dengan habiskan anggaran sekitar Rp.2.000.000.000,- (Rp 2 M), selain jadi bahan gunjingan ternyata disorot mangkrak dari jadwal pekerjaan.

Sebab, tidak hanya disorot publik mangkrak, para anggota DPRD Kota Sungai Penuh pun mulai keluhkan proyek rehabilitasi gedung DPRD yang hingga 2 Desember 2023 tidak kunjung selesai.

Padahal, sesuai dengan kontrak senilai Rp. 2 milyar antara perusahaan pemenang tender CV. Rizki dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Sungai Penuh, pekerjaan semestinya selesai 17 November 2023 atau selama 120 hari.

Namun, perpanjangan waktu selama 30 hari sejak kontrak habis mendadak dilakukan paska hebohnya mendapat sorotan dari Dewan.

Pengawasan pekerjaan tersebut selain diawasi oleh pelaksana Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, ternyata juga diawasi oleh konsultan.

Konsultan pengawasnya adalah PT. Rangge Consultan Engineering dengan alamat jalan Sukarno Hatta, komplek Duta Persada Bloc R Pekan Baru – Riau.

Perusahaan tersebut mendapat kontrak sangat besar yaitu hampir 10 persen dari nilai kontrak perusahaan kontraktor, yaitu Rp. 187 juta.

Anggota DPRD Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah menyesalkan hingga kini rehabilitasi Gedung DPRD Kota Sungai Penuh belum juga selesai, padahal pekerjaan yang dilakukan sudah lama sekali.

“Semestinya sudah selesai pekerjaan Gedung DPRD ini. Tapi kalau dilihat, pekerjaannya masih panjang. Apalagi kalau dilihat tukang yang bekerja kadang tiga orang dan kadang lima orang. Gimana mau selesai pekerjaan ini,” ujarnya

Menurut dia, belum selesainya tepat waktu pekerjaan tersebut, membuat kinerja DPRD Kota Sungai Penuh terganggu.

“Kantor kita di sini. Kalau rapat paripurna di kantor lama. Jaraknya juga jauh. Ini kan merepotkan. Semestinya, ini harus selesai dalam waktu cepat,” ujarnya

Selain itu lanjutnya, pekerjaan yang dilakukan masih banyak yang belum. Seperti atap bagian belakang gedung loteng samping, loteng di setiap ruangan komisi dan banyak lagi.

Kemudian, kata dia, keramik yang dipasang didinding bagian dewan coraknya juga dipandang tidak menarik.

“Kalau keramik bagian depan yang dirombak, tidak menarik dipandang. Masih bagusan yang lama dibanding sekarang,” ujarnya.(Dfi/Sef/Red)