Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci – Pungutan Uang Komite Sekolah dan uang perpisahan di SMAN 4 Kerinci – Siulak di pimpin Nelly Aprianti selaku Kepala Sekolah makin ramai disorot, baik dari kalangan publik, Walimurid serta para aktivis anti korupsi.
Pasalnya, Ketua Komite Sekolah tersebut melarang keras pungutan uang Komite ke seluruh Siswa-siswi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.
Menurut keterangan Amruyani yang saat ini masih menjabat selaku Ketua Komite Sekolah di SMAN 4 Kerinci, menuturkan dengan tegas tidak ada lagi pungutan uang komite.
“Saya himbau kepada seluruh Siswa-siswi mulai dari Kelas Satu, Dua dan Kelas Tiga tidak ada lagi pungutan uang komite sekolah yang harus membebani Walimurid.
Jika ada oknum-oknum guru atau lainnya yang meminta untuk bayar uang Komite sebagai syarat ambil nomor ujian atau lainnya, para siswa diminta tidak usah membayarnya.”
“Sejak mulai ujian mid semester tidak ada pungutan uang bagi siswa-siswi kelas satu sampai kelas tiga. Kita sudah larang tidak boleh ada pungutan uang lagi mengatasnamakan kami selaku komite,”Tegas Amruyani, Ketua Komite.
Namun anehnya, aksi nekat pelaku Pungli secara diam-diam membuat pengumuman via group WhatsApp agar para siswa membayar uang Komite tersisa selama 6 bulan Rp.360 ribu dan uang untuk perpisahan sebesar Rp.350 ribu bagi siswa-siswi kelas 3.
Ditegaskan Amruyani, jika ada Siswa yang sudah terlanjur membayar uang Komite supaya segera dikembalikan lagi ke siswa.
“Bagi Siswa-siswi yang belum bayar uang dengan alasan pungutan komite sekolah untuk tidak usah lagi membayar dan menghiraukan pengumuman tersebut.
Laporkan segera ke pengurus komite sekolah siapa oknum guru yang memerintahkan bendahara lokal untuk pungut uang komite. Jangan mereka leluasa menjual nama komite,”pungkasnya Ketua Komite.(Tim Red)


















