Keberadaan Cagar Budaya Suak Kandis Dipertanyakan Warga

0

SIASATINFO.CO.ID MUARO JAMBI –Aktivitas masyarakat Suak Kandis, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi menemukan barang-barang yang di duga bekas peninggalan sejarah.

Temuan warga tersebut yakni, berupa guci tanah serta piring keramik atau yang di sebut gerabah di Sungai Plancu Muaro Suak Kandis menuai kontroversi dari berbagai pihak.

Dari informasi yang di himpun bahwa kegiatan tersebut merupakan penjarahan atau pencurian terhadap barang barang yang klaim sebagai peninggalan sejarah di wilayah yang di akui sebagai wilayah cagar budaya.

Pantauan Siasatinfo.co.id, Kamis (15/09/2022) di lokasi barang barang yang anggap peninggalan sejarah tersebut di dapati masyarakat dengan menyelam di dasar sungai dengan menggunakan bantuan Oksigen dengan kedalaman sungai mencapai 8 hingga 15 meter

Aktivitas masyarakat itu pun dinilai dapat mengganggu wilayah perairan suak kandis sehingga kegiatan menyelam warga pun terkesan di usik oleh pihak pihak tertentu

Hingga saat ini terkait batas wilayah cagar budaya dan ada nya isu bangunan candi di wilayah suak kandis belum di ketahui.

Namun barang-barang gerabah yang di temukan warga di duga barang barang peninggalan tersebut dari perahu kapal zaman dahulu yang karam di lokasi perairan sungai plancu.

Sekretaris lurah Azmi, SE saat di konfirmasi siasatinfo. Co. Id berharap agar pemerintah dapat memberikan ruang bagi masyarat dalam melakukan aktivitas nya serta menghimbau kepada warga agar ketertiban lalulintas sungai dapat terjaga dengan baik.

“Sejauh ini belum ada tentang peta wilayah cagar budaya di daerah kita ini, dan kita juga tidak mempunyai dasar untuk melarang aktivitas mereka, namun kita berharap agar pemerintah dapat memberikan solusi yang terbaik buat mereka dan transportasi sungai pun dapat beraktivitas dengan baik” Kata seklur tanjung.

Terpisah, Indra salah satu kru penyelam gerabah saat di temui awak media, mengatakan bahwa kegiatan mereka hanya lah merupakan kegiatan adu keberuntungan dan belum tentu setiap hari dapat menghasilkan benda- benda berharga di dalam sungai.

“kita mencoba adu keberuntungan dengan cara ini, namun barang barang yang kami temukan seperti yang kita lihat ini, yaitu barang gerabah yang sudah pecah pecah seperti ini ” Pungkas Indra. (Herlas)