
Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci – Pekerjaan proyek swakelola Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan anggaran sekitar Rp 800 Juta, lokasi kegiatan Desa Pasir Jaya menuju Desa Sungai Kuning, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, terkesan asal dikerjakan pelaksana dari Bidang Bina Marga.
Terbukti, saat ini kondisi parah badan jalan bukannya melewati material timbunan berupa koral tapi dipermukaan badan jalan malah hanya tanah yang muncul. Sementara material timbunan dengan habiskan anggaran Rp 800 juta lenyap ditelan tanah.
Warga di kawasan 3 Desa Pasir Jaya, Lubuk Tabun dan Desa Sungai Kuning Berharap pihak berwenang seperti BPK RI Cabang Jambi untuk tidak main-main dalam pemeriksaan fisik proyek swakelola dari Dinas PUPR Kabupaten Kerinci ini yang sarat dengan dugaan korupsi pada pekerjaannya.
Berdasarkan hasil investigasi dilapangan Team Siasatinfo.co.id dipimpin Kabiro Boy Bunyamin bersama Maradona dan 2 orang rekannya sejak hari Jum’at (25/2/22) hingga Minggu (27/2/2022), sepanjang permukaan badan jalan pasca swakelola dilaksanakan PPTK Yalpani Bidang Bina Marga hasilnya sangat tidak sesuai yang diharapkan warga masyarakat dikawasan pemukiman 3 Desa.
“Ya memang kita langsung turun lokasi pasca pelaksanaan pekerjaan swakelola Dinas PUPR yang dilaksanakan PPTK Yalpani.
“Sepanjang permukaan badan jalan material seperti timbunan koral sudah lenyap ditelan tanah. Jika hujan satu hari saja, masyarakat di 3 Desa mulai tak bisa lewati jalan untuk bawa hasil pertanian mereka,”ujar Boy Bunyamin kepada Siasatinfo.co.id.
Selain itu, dia minta pihak BPK RI cabang Jambi untuk jeli dalam pemerintahan jalan ini yang sarat dengan mark up anggaran.
“Kita berharap pihak BPK tidak asal cek fisik yang bisa dikelabui pihak pelaksana dari PUPR Kerinci.
“Pekerjaan yang jelas-jelas asal jadi itu, setidaknya menjadi contoh pemeriksaan BPK RI Jambi yang perlu direkomendasikan ke pihak penegak hukum selain merupakan temuan berat,”Boy tegas. (Team/Ysm/Red)