Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci – Aneh, pembangunan konstruksi jalan aspal jenis hotmix link Desa Mukai Tinggi – Danau Tinggi (Simpang Sungai Dedap) dikerjakan CV. Abbiyu Bangun Konstruksi dikerjakan Yuldi Herman dengan pelaksana lapangan Zulfrianto.
Pekerjaannyajalan aspal hotmix ini melalui tender dimenangkan CV.Abbiyu Bangun Konstruksi dengan nilai Rp 696 Jutaan bersumber dari APBD Kabupaten Kerinci Anggaran Tahun 2025.
Ironisnya, kondisi fisik pekerjaan konstruksi hingga kini menuai protes warga Siulak Mukai minta dibongkar dan buntutnya warga minta diusut penegak hukum.
Selain aspal berukuran lebar kurang, aspal sangat tipis yang berukuran sekitar 3 hingga 4 cm.
Pelaksanaan pekerjaan asal jadi, diduga tanpa mengikuti spesifikasi teknis yang terkesan pembiaran oleh pihak konsultan Pengawasan dari Luksa Consultant.
Terbukti, sebelum hamparan aspal hotmix kontraktor pelaksana tidak memakai lapisan pondasi berupa material kelas B, mereka beralasan landasan lokasi material masih kondisi keras.
Berdasarkan hasil investigasi kru Siasatinfo.co.id dilapangan kemarin, Minggu (15/2/2025) ditemukan beberapa titik lokasi aspal yang sudah dikerjakan cukup tipis dan lebar permukaan berkisar sekitar 3,2 Meter hingga 3,4 Meter.
Bahkan menurut pengakuan warga sekitar menyebutkan pelaksanaan aspal ini cukup tipis dan dikerjakan diatas tanah berlumpur dalam kondisi basah karena hujan hujan.
“Aspal asal dikerjakan saja oleh kontraktor ini, masak dalam kondisi jalan masih sama tinggi dengan sawah tidak menggunakan timbunan kelas B.
Bentuk saja permukaan aspal bagus, coba di congkel ketauan betapa tipsnya hasil aspal yang sudah dikerjakan. Bongkar saja sebagai contoh biar jelas berapa ketebalan yang terjadi pencurian volume.”
“Buktinya baru genap 1 bulan aspal sudah rusak dan mengelupas tanpa diperbaiki kontraktor pelaksana,”Ujarnya Warga.
Dugaan cacat Konstruksi pekerjaan jalan Aspal Hotmix Mukai Tinggi dengan ukuran panjang 400 meter dan lebar 3,5 meter perlu diusut tuntas penegak hukum.
Pasalnya, selain dugaan kecurangan ketebalan aspal yang terindikasi merugikan uang APBD Kerinci 2025, dugaan permainan tanpa pondasi di agregat kelas B kontraktor langsung memakai Kelas A, tentu ini sangat janggal untuk sebuah konstruksi proyek pengaspalan.
Sementara itu pengakuan langsung Zulfrianto pelaksana lapangan CV. Abbiyu Bangun Konstruksi (ABK), Rabu lalu (11/2/2026), menyebutkan bahwa pekerjaan proyek aspal inj hanya menggunakan agregat kelas A tanpa memakai agregat kelas B, alasannya tidak tertuang dalam spesifikasi teknis.
“Pekerjaan aspal ini memang tidak menggunakan timbunan kelas B, tetapi langsung memakai agregat kelas A sebelum aspal dihamparkan karena sesuai petunjuk dalam RAB.
Lagi pula kendala dilapangan saat pelaksanaan pekerjaan ada pipa air yang mengarah ke dalam kolam milik warga yang terus merembes ke badan jalan.”
“Saya kan hanya pelaksana pemilik proyek Yuldi Herman, sesuai perintah tentu harus mengikuti atasan,”akunya Zulfrianto.
Terpisah menurut beberapa konsultan mengatakan bahwa timbunan kelas B untuk sebuah pekerjaan jalan aspal hot mix tidak pernah terjadi tanpa memakai lapisan pondasi kelas B.
“Mana ada perencanaan untuk kelas aspal hotmix tanpa menggunakan lapisan timbunan kelas B.
Jika mereka langsung menggunakan kelas A lalu melakukan pengaspalan itu perlu dipertanyakan perencanaan pembangunan jalan aspal ini dan harus diusut kebenaran dari pengakuan kontraktor tanpa kelas B.”
“Ketebalan dan lebar aspal bisa terdikasi pencurian volume pekerjaan yang berakibat fatal dan menimbulkan kerugian uang negara,”ujarnya. (Defa/Ferer)