Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci – Buntut setelah viral proyek aspal hotmix senilai Rp 696 Juta asal dikerjakan kontraktor CV. Abbiyu Bangun Kontruksi (ABK) tanpa memakai lapisan pondasi bawah atau agregat B, Pemeriksa BPK Jambi pun terkena imbasnya.
Kini muncul tantangan publik dan masyarakat Siulak Mukai terhadap BPK RI Perwakilan Provinsi Jambi, untuk tidak enggan turun ke lokasi proyek aspal hotmix diduga cacat konstruksi berpotensi korupsi.
Terbukti di lapangan, selain aspal tipis dan kurang lebar, pekerjaan baru satu minggu usai dikerjakan akhir bulan Desember 2025, aspal sudah retak-retak dan terkelupas di atas badan jalan, harus dibongkar.
“Kami berharap agar BPK RI Perwakilan Jambi yang saat ini sedang memeriksa fisik proyek tahun 2025 di Kabupaten Kerinci untuk menjadwalkan pemeriksaan khusus terhadap jalan aspal Mukai Tinggi – Danau Tinggi.
Karena sudah 10 tahun era Adirozal sebagai Bupati Kerinci dan PJ Bupati Asraf jalan ini tidak diacuhkan ketika diharapakan warga masyarakat untuk di aspal.”
Tapi hasil pekerjaan CV Abbiyu Bangun Konstruksi dibawa Yuldi Herman mantan wakil DPRD malah semakin parah. Jalan aspal tidak sesuai ketebalan, aspal lebarnya pun berukuran kurang lebar. BPK dan penegak hukum mesti segera usut tuntas,”ujarnya beberapa warga gerah.
Parah lagi, dugaan pencurian volume serta cacat konstruksi menuai buah bibir publik dan warga kampung Bupati Kerinci Desa Mukai Tinggi.
Untuk diketahui, Poyek ini menelan dana APBD 2025 senilai Rp 696 Jutaan dari satuan kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kerinci.
Anehnya, aspal hotmix cuma sepanjang 400 Meter dengan lebar 3,5 meter habiskan uang APBD Rp. 696 juta dikerjakan CV. Abbiyu Bangun Konstruksi belum genap satu bulan sudah mengelupas dan rusak di permukaan badan jalan.
Menurut keterangan Mulyadi aktivis pegiat anti korupsi kepada Siasatinfo.co.id, Kamis (26/2/2026) dengan tegas mengatakan agar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jambi untuk mengaudit dan memeriksa secara ketat proyek ini.
“BPK RI Perwakilan Jambi diminta tidak hanya memeriksa pekerjaan proyek senilai milyaran saja dan enggan masuk lokasi proyek dibawah satu miliyar.
Pekerjaan Jalan aspal hotmix Mukai Tinggi link Danau Tinggi (Simpang Sungai Sedap) harus diperiksa BPK secara menyeluruh, ketebalan aspal, lebar dan panjang, atau volume proyek ini dikuatirkan terjadi dugaan korupsi dan pencurian volume. “
“BPK juga diminta warga untuk mengevaluasi aliran dana pekerjaan aspal hotmik yang kesannya seperti Aspal Goreng sekelas aspal dikerjakan di didesa-desa di Kerinci. Ini kan aneh jika dibiarkan oleh BPK tanpa pemeriksaan dilokasi,” Ujar Mulyadi bersama rekannya.
Informasi diterima, selain BPK RI Perwakilan Jambi bakal di desak turun aparat hukum juga diminta melakukan penyelidikan lokasi proyek ini.
Sebab, kejanggalan pelaksanaan proyek Aspal Hotmix diakui milik dan dikerjakan Yuldi Herman Mantan DPRD Kerinci menggunakan CV. Abbiyu Bangun Konstruksi milik Zulfrianto.
Berdasarkan investigasi dilapangan lebar aspal semestinya 3,5 meter ditemukan di beberapa titik hanya berkisar 3,25 meter dan 3,40 meter.
Ditemukan, ketebalan aspal sangat tipis yang berukuran sekitar 3 hingga 4 cm, bahkan ditemukan 2,5 CM. Padahal menurut RAB menurut pelaksana CV ABK, Zulprianto, panjang 400 meter, lebar 3,5 meter, tebal 6 hingga 7 cm. (Tim/Red)
Post Views: 1