Asal Kerja, 2 Hari Jalan Aspal Hotmix Rusak, BPK Jambi Periksa Proyek Mukai Tinggi

0
Ini produk pekerjaan aspal Hotmix CV Abbiyu Bangun Konstruksi. Siasatinfo.co.id

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci -Setelah heboh dan disorot tajam oleh warga masyarakat Desa Mukai Tinggi terhadap hasil pekerjaan konstruksi aspal jalan Mukai Tinggi – Danau Tinggi (Simpang Sungai Dedap), yang dikerjakan CV.Abbiyu Bangun Konstruksi, akhirnya diperiksa BPK RI Perwakilan Provinsi Jambi.

Buntut pasca pemeriksaan dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) dilokasi jalan aspal hotmix pada hari Selasa (3/3/2026), rekanan kontraktor CV.Abbiyu Bangun Konstruksi termasuk dipanggil untuk penyerahan sampel pengujian fisik.

Informasi diperoleh penyerahan hasil uji laboratorium akan dilaksanakan Minggu, 8 Maret 2026 sekitar pukul 10.00 WIB, bertempat UPTD Laboratorium Provinsi Jambi.

Tindak kanjut hasil tes uji fisik dengan tegas kepada rekanan untuk membawa stempel perusahaan. Dan Wajib membawa surat kuasa bermaterai apabila direktur berhalangan untuk hadir.

Untuk diketahui proyek aspal hotmix menelan dana Rp 696 Juta itu dikerjakan kontraktor CV. Abbiyu Bangun Kontruksi baru 2 hari aspal sudah retak-retak dan mengelupas, diduga karena tanpa memakai lapisan pondasi bawah atau agregat B.

Dinilai berpotensi korupsi dalam pekerjaan aspal ini, BPK tertantang untuk memeriksa ketat dan turun ke lokasi proyek aspal hotmix diduga cacat konstruksi yang dapat merugikan keuangan negara.

Terbukti di lapangan, selain aspal tipis dan kurang lebar, pekerjaan baru satu minggu usai dikerjakan akhir bulan Desember 2025, aspal sudah retak-retak dan terkelupas di atas badan jalan, harus dibongkar.

“Kami berharap agar BPK RI Perwakilan Jambi setelah hasil pemeriksaan dapat mengembalikan temuan dan kerugian negara yang ditimbulkan.

Karena sudah 10 tahun era Adirozal sebagai Bupati Kerinci dan PJ Bupati Asraf jalan ini tidak diacuhkan ketika diharapakan warga masyarakat untuk di aspal.”

Tapi hasil pekerjaan CV Abbiyu Bangun Konstruksi dibawa Yuldi Herman mantan wakil DPRD Kerinci malah semakin parah. Jalan aspal tidak sesuai ketebalan, lebar aspal pun berukuran kurang. BPK dan penegak hukum mesti segera usut tuntas,”ujarnya beberapa warga gerah.

Parah lagi, dugaan pencurian volume serta cacat konstruksi menuai buah bibir publik dan warga karena ini kampung Bupati Kerinci, Monadi.

Untuk diketahui, Poyek ini menelan dana APBD 2025 senilai Rp 696 Jutaan dari satuan kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kerinci.

Menurut keterangan Mulyadi aktivis pegiat anti korupsi kepada Siasatinfo.co.id, Jum’at (6/3/2026), mengatakan dengan turunnya pemeriksaan BPK ke lokasi proyek tersebut, setidaknya ada temuan yang harus dikembalikan ke Kasda.

“Kita berharap dengan ada temuan dugaan korupsi terhadap pekerjaan aspal perusahaan CV. ABK dan pemilik proyek mendapat efek jera bagi kontraktor nakal,”Ujarnya.

Berdasarkan hasil investigasi dilapangan oleh kru Siasatinfo.co.id, ketebalan aspal sangat tipis berukuran sekitar 3 hingga 4 cm, bahkan ditemukan 2,5 CM.

Padahal menurut RAB menurut pelaksana CV ABK, Zulprianto, panjang 400 meter, lebar 3,5 meter, ketebalan aspal 6 hingga 7 Cm, fakta lapangan jauh berkurang. (Tim/Red)