Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci – Kabut asap bercampur bau belerang dikawasan wilayah Kerinci – Kota Sungai Penuh makin parah dan menggila tanpa kejelasan untuk mencegah terjadinya serangan penyakit terhadap warga maupun para murid TK,PAUD, SD, SMP dan SMA/SMK.
Terbukti, kegiatan belajar dan mengajar di tingkat SD hingga SMA sampai hari ini, Jum’at, 09 Oktober 2026 masih tetap beraktivitas belajar secara tatap muka di sekolah.
Pemkab Kerinci diminta warga masyarakat Kerinci stop belajar secara manual di sekolah karena dapat mengancam kesehatan peserta didik
Kabut disertai bau belerang menyengat hidung terasa mengganggu pernafasan dan memicu ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut).
Serangan Ispa ini tidak dapat dipandang remeh, penyakit infeksi ini menyerang bagian saluran pernafasan, mulai dari hidung hingga kantong udara di paru-paru yang berlangsung cepat dalam waktu kurang dari 14 hari.
Pantauan Siasatinfo.co.id dilapangan terlihat jelas jarak pandang secara kasat mata sejak pukul 06:00 WIB pagi berkisar dari 20 meter hingga 40 meter.
Selain terganggunya jarak pandang saat melewati jalan raya, bau belerang entah dari mana datangnya sangat menyengat dan mengganggu pernafasan masyarakat.
Namun anehnya, pihak terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan di Pemkab Kerinci seakan bungkam dengan kondisi cuaca kabut asap yang ekstrim menyelimuti kawasan alam kerinci.
“Seharusnya Dinas-dinas terkait seperti Kesehatan dan Pendidikan untuk segera bersikap menghentikan dulu kegiatan belajar dan mengajar di masing-masing sekolah.
Sebab, anak didik kita pergi ke sekolah seakan cuek dengan kondisi kabut ekstrem yang udaranya terhirup hidung, bahkan mereka tidak memakai masker.”
“Jika dibiarkan saja oleh Dinas-dinas terkait, resiko dan ancaman serangan penyakit Ispa dapat menimbulkan korban bagi peserta didik kita,”ujar beberapa warga supaya ada sikap dan tindakan nyata orang di Dinas-dinas Pemkab Kerinci. (Red Sst)


















