Bongkar Maraknya Modus Pungli SMAN 4, Kapolres Kerinci Diminta Turun Tangan 

0

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci – Gelagat buruk dan maraknya dugaan Pungli uang Komite dan perpisahan bagi siswa kelas 10,11 dan 12 harus segera dilunasi terbongkar di SMAN 4 Kerinci, Kecamatan Siulak Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi, yang harus diusut tuntas.

Mencuat kepermukaan Pungutan Uang Komite serta Uang Perpisahan beredar sebuah pengumuman pada group WhatsApp diduga dilakukan oleh oknum petugas pemungut dari pihak sekolah.

Berhasil dikutip Siasatinfo.co.id pada tulisan berupa pengumuman segera membayar administrasi sebelum ujian yang diteruskan beberapa sumber walimurid Siswa SMAN 4 Kerinci sangat meresahkan.

Dalam kutipan beredar sebuah pemberitahuan ke para Siswa berbunyi:

“Assalamualaikum, kepada seluruh kelas 12 agar dapat menyelesaikan segera adm sebelum ujian, seperti : 

1. Biaya perpisahan 350.000

2. Sumbangan komite 6 bulan 360.000

Dimohon agar segera dilunasi besok sebelum pengambilan nomor dikarenakan hari rabu jadwal kita bersepeda, silakan dikumpulkan pada bendahara kelas masing-masing 🙏

Kalau disimak dari pengumuman ini dilayangkan dalam group WhatsApp dilaksanakan pada hari Senin (6/4/2026) dan harus dilunasi pada besoknya hari Selasa (7/4/2026). Karena besoknya Rabu tanggal 8 April 2026 memang terlihat pelaksanaan bersepeda para Siswa-siswi SMAN 4 di sepanjang jalan nasional SPBU Tutung Bungkuk, Siulak.

Menurut beberapa keterangan Siswa-siswi di sekolah tersebut, pembayaran uang komite dan perpisahan memang benar adanya.

“Siswa disuruh bayar uang ke bendahara lokal masing-masing, jika sudah membayar uang yang dimintai maka dicatat dalam pembukuan bendahara lokal.

Kemudian bendahara lokal pergi melaporkan ke guru yang mengurus nomor ujian, sesuai catatan bendahara bagi yang melunasi langsung diberikan nomor ujian, kalau tidak bayar, ya belum dapat nomor ujian.”

“Kerjasama bendahara lokal dengan oknum guru apa petugas komite kami tidak tau. Tapi kalau sudah bayar pasti dikasih nomor ujian, bagi siswa belum tidak dapat nomor ujian,”ungkap sumber.

Modus operandi Pungli di SMAN 4 Kerinci sepertinya sudah terstruktur dengan menyeret dan menjebak bendahara lokal agar pemungutan uang tidak terbukti.

“Biar ada efek jera atas perbuatan licik segelintir oknum di sekolah tersebut, Kapolres Kerinci diminta turun tangan bongkar kedok dan modus Pungli.

“Jumlah siswa di SMAN 4 Kerinci sekitar 900 orang lebih, jika tetap di Pungli dengan membayar uang Komite Rp.720 ribu per orang kalikan 900 Siswa, cukup fantastis juga mereka menggerogoti walimurid.

Jangan merasa kebal hukum, sebaiknya pihak Polres Kerinci untuk segera melakukan penyelidikan terhadap perlakuan kronis Pungli di SMAN 4 Kerinci,”tegas Aktivis Senior Mulyadi.*(Tim Red)