Usai Diberitakan, Cukong PETI di Samping KUA Kemenag Merangin Kabur Takut Aparat

0

Siasatinfo.co.id Berita Merangin – Selang berapa lama diberitakan media ini, aktivitas tambang emas liar di samping kantor urusan agama (KUA) milik Kemenag Merangin, tepatnya dijalan poros Desa Baru Kibul, Kecamatan Tabir Barat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, pelaku dan cukong kabur dari lokasi.

Seperti terbirit-birit kabur dari pengrusakan lingkungan dan nyaris meruntuhkan bangunan Kantor KUA Kementerian Agama itu, pemilik tambang emas malah cuci tangan takut diburu aparat penegak hukum wilayah Polres Merangin.

Heboh diberitakan karena aksi nekad pelaku tambang menggerus tanah sekitaran kantor milik pemerintah menggunakan unit alat berat jenis Ekskavator.

Pantauan Siasatinfo.co.id, Selasa kemarin (27/9/22) sekitar pukul 10:30 WIB dilokasi tersebut, penampakan tambang emas liar ini luput dari penindakan dari aparat penegak hukum.

Terbukti, aktivitas penambangan emas liar ini nekad merusak lingkungan depan umum yakni, depan jalan poros dan nyaris robohkan bangunan kantor dan luput dari tindakan aparat hukum.

Jika dibiarkan aktivitas ilegal ini tentu akan berdampak lebih parah dan tidak tertutup kemungkinan bahu jalan aspal akan ikut digerus oleh alat berat cukong tambang emas.

Sementara menurut keterangan warga sekitar, mereka sangat keberatan adanya penutupan tambang emas ini karena mereka tergantung pada pencarian emas.

“Sebenarnya kami tidak setuju ada penutupan tambang emas di wilayah ini.

Sebab mata pencarian para warga sini merupakan 90 persen hidup mendulang emas dilokasi ini,”ujar salah satu warga kepada siasatinfo.co.id, Rabu (28/9/22) pukul 10:00 WIB.

Aktivitas melanggar hukum ini tak luput membuat bahan ocehan para pengguna jalan.

Pembiaran aktivitas PETI ini tidak hanya dapat merusak lingkungan sekitar. Tapi juga dapat menimba korban jiwa bagi pelaku tambang.

Sementara berita ini dilansir Siasatinfo.co.id, Rabu (28/9/22), hingga saat ini belum diketahui secara detail siapa oknum cukong dan pemilik alat berat di lokasi.(By/Red)