Sijabang Bayi Lahir Ditiduri Paksa Ayah Tiri, Ibu Korban Tutupi Aib, Polisi Ringkus Pelaku

0
Jumpa Pers, Kapolresta Cirebon Kombes Pol M Syahduddi bersama Wakapolresta ABKP Arif Budiman, dan Kasat Reskrim Kompol Rina Perwitasari, menunjukan sejumlah barang bukti tindakan pemerkosaan yang dilakukan ayah tiri. Siasatinfo.co.id
Spread the love

Siasatinfo.co.id Berita Hukrim – Kasus perkosaan sang ayah tiri dengan meniduri anak tiri hingga hamil terbongkar setelah sijabang bayi lahir, namun ibu korban malah menutup – nutupi aib memalukan keluarga.

Peristiwa perkosaan terhadap korban yang dilakukan ayah tiri terungkap karena laporan sang Bibi korban, pelaku berhasil diringkus Polisi. Hasil interogasi penyidik, pelaku akui telah meniduri korban sudah capai 5 kali.

Berhasil diperoleh informasi, seorang ayah di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, berinisial K (56), tega memerkosa anak tirinya CSD (16) hingga hamil dan melahirkan. Namun, bayinya meninggal dunia.

Dalam melakukan aksinya, pelaku selalu mengancam korban untuk tidak memberitahu kejadian itu kepada keluarganya.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol M Syahbudi mengatakan, aksi bejat pelaku dilakukan sebanyak lima kali dari tahun 2019 hingga 2020.

“Dari pengakuan pelaku, sudah meniduri korban selama lima kali,” ujarnya.

Sambungnya, aksi itu dilakukan saat istri pelaku tak berada di rumah. Bahkan, pelaku juga pernah memerkosa korban saat istrinya sedang tidur di kamar.

Karena ulahnya, korban hamil dan melahirkan. Namun, bayinya meninggal.

“Korban sempat hamil dan melahirkan, namun anaknya meninggal dunia,” ujarnya Syahbudi saat rilis di Polresta Cirebon, Jumat (7/8/2020).

Kata Syahdudi, pelaku ditangkap di salah satu kecamatan yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah.

Sementara itu, Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Cirebon Iptu Dwi Hartati mengatakan, pelaku mengancam korban untuk tidak memberi tahu kejadian tersebut kepada keluarganya.

“Korban selama setahun ini juga diancam pelaku untuk tidak memberitahukan perbuatannya,” ujarnya.

Kata Dwi, terbongkarnya kasus ini setelah korban melahirkan. Bibi korban yang mengetahui hal tersebut langsung melaporkan perbuatan pelaku ke polisi hingga akhirnya pelaku ditangkap.

“Kalau ibu korban malah menutupi perbuatan pelaku, yang melaporkan malah bibinya,” katanya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 sebagai Pengganti Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Pelaku diancam hukuman penjara maksimal 15 tahun. Nah, agar peristiwa ini tak terulang menimpa anak gadis kita, wanita yang miliki suami baru mesti waspada terutama ada anak gadisnya.(Fit/Yn).

Tinggalkan Balasan