Categories: Tanjung Jabung Timur

Selama 2 Bulan Pasien DBD Di Puskesmas Mendahara Meningkat, Warga Diminta Waspada

Tanjab Timur, Siasatinfo.co.id – Demam Berdarah Dengue (DBD) pada anak memang cukup berbahaya penyakit Virus yang dibawa oleh Nyamuk, yang terjadi di daerah Tropis dan Subtropis.

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Virus Dengue yang ditularkan kepada manusia melalui gigitan Nyamuk, orang terinfeksi Virus ini untuk keduakalinya memiliki resiko yang jauh lebih besar terserang penyakit parah.

Membutuhkan Diagnosis Medis (MDM) gejalanya adalah demam, ruam, serta nyeri otot dan sendi. Pada kasus yang parah terjadi pendarahan hebat dan Syok, yang dapat membahayakan nyawa.

Tahun 2019 ini, Puskesmas Mendahara tercatat ada beberapa anak-anak dan remaja terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan dan Desa Kecamatan Mendahara Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi.

Dari Bulan Januari s/d Bulan Juni 2019 sudah mencapai 20 pasien terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), yang lebih parahnya lagi di Bulan Mei dan Bulan Juni begitu meningkatnya Progress (DBD) sebanyak 16 pasien.

Pasien An. “Pangeran Zalzian” (11 Bulan) bertempat tinggal di Jalan Ampera RT. 06 anak dari Bapak “Zalli” Kelurahan Mendahara Ilir, anaknya mulai mengalami demam pada hari Rabu malam ditempat kediamannya, “Pangeran Zalzian” di rujuk ke Puskesmas Mendahara Rabu pagi (26/6/2019) untuk Membutuhkan Diagnosis Medis (MDM).

Ruang terpisah, pasien An. “Aura Nandea Resa” (5) anak dari Ibu “Novita” bertempat tinggal di Jalan Ampera RT. 06 Kelurahan Mendahara Ilir, mulai mengalami demam pada hari Senin malam ditempat kediamannya, Karena khawatir demamnya tidak kunjung membaik “Aura Nandea Resa” juga di rujuk ke Puskesmas Mendahara Rabu pagi (26/6/2019) untuk Membutuhkan Diagnosis Medis (MDM).

Kemudian Baru tiba pasien di ruang terpisah, pasien An. “Aura Nurjazila” (9) anak dari Bapak “Muslimin” bertempat tinggal di Jalan Seroja RT. 07 Kelurahan Mendahara Ilir, yang kebetulan pasien An. “Aura Nurjazila” ini anak dari Ketua RT. 07 mulai mengalami demam pada hari Sabtu (22/6/2019) dikediamannya, “Aura Nurjazila” kemudian  di rujuk ke Puskesmas Mendahara pada hari Senin pagi (24/6/2019) untuk Check kondisi pasien untuk pemeriksaan lebih lanjut, dari hasil pemerikasaan di puskesmas ternyata hasilnya Positif (DBD).

“Selama ini pasien (Aura nurjazila) dirawat ditempat kediamannya, dan telah menghabiskan Impus cair sebanyak 8 Impus,” Jelasnya “Muslimin” Ketua RT. 07 Saat dikonfirmasi Awak Media SiasatInfo.co.id Kamis (27/6/2019).

Harapan masyarakat khususnya Kelurahan Mendahara Ilir, dengan adanya mewabah (DBD) ini segera melakukan tindakan penyemprotan Fogging untuk keseluruhan, jangan yang dilakukan penyemprotan Fogging ini ditempat rumah pasien itu saja yang dilakukan.(Faradise)

Dedi Siasatinfo

Recent Posts

Menteri Hukum RI Resmikan Ribuan Pos Perlindungan dan Pelayanan Hukum Hingga Masuk Desa

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Kabar gembira bagi masyarakat Provinsi Jambi yang sering mengeluh tentang hukum…

2 hari ago

Diduga Cabuli Siswi, Oknum Guru P3K SMPN 4 Spn Ditangkap Polres Kerinci

Siasatinfo.co.id, Berita Sungai Penuh - Tersandung kasus tindak pidana, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kerinci…

6 hari ago

Kapolda Jambi Tegaskan, Pemahaman Hukum Warga SAD Berperan Penting 

Siasatinfo.co.id, Berita Jambi - Dengan lantang dan tegas dikatakan Kapolda Jambi, Krisno H. Siregar, bahwa tidak…

1 minggu ago

Uji Fisik Prajurit, Kodim 0416/Bute Gelar Ketahanan Mars dan Renang Militer

Siasatinfo.co.id, Berita  Bungo - Keringat dan semangat juang mewarnai pelaksanaan Penilaian Siap Jasmani Militer (PSJM)…

1 minggu ago

MTSN 8 Batanghari Memprihatinkan, Siswa Butuh Ruang Belajar 

Siasatinfo.co.id - Berita Batanghari - MtsN 8 Batang hari yang berlokasi di desa jangga baru…

1 minggu ago

Viral.!! Kasus Dugaan Asusila Menerpa Calon Polwan Jambi Berbuntut Panjang 

Siasatinfo.co.id, Berita Jambi - Dugaan kasus asusila yang menerpa seorang calon Polwan di wilayah hukum…

1 minggu ago