Jambi

Parah! Sudah 3 Kali Nilai Puluhan Miliar Bantuan Kementerian Pusat Diabaikan Pemkab Kerinci

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci – Gegara mengabaikan bantuan dana bagi hasil (DBH) Sawit tahun 2024 dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang diperuntukkan untuk Pemerintah Daerah Kabupaten Kerinci, pembangunan Jalan Lingkar Barat  dari Koto Rendah menuju Sungai Gelampeh terancam gagal total.

Parahnya, uang DBH Sawit dengan nilai fantastis sebesar Rp.13,5 Miliar raib dan melayang kembali ke rekening kas negara,  namun Tim Anggaran Pemkab Kerinci seperti acuh dan cuek terhadap imbas ketidakbecusan mereka menyerap hasil pendapatan daerah.

Berdasarkan informasi berhasil dihimpun Siasatinfo.co.id, selain bantuan DAK Rp. 3 Miliar di Dinas Perindustrian gagal dilaksanakan untuk lanjutan pembangunan gedung sentra industri Dodol Lubuk Nagodang yang merusak reputasi daerah, kini bantuan DBH Sawit pun sangat merugikan.

Sebab, untuk pendistribusian bantuan Kementerian pusat, DBH Sawit ini sudah 2 kali terjadi kegagalan penyaluran dana sesuai petunjuk teknis realisasinya tidak dilaksanakan Pemkab Kerinci.

“Urutannya ada APBD Murni 2024, sesudah itu kan ada pergeseran namanya, itu untuk koreksi APBD murni, kemudian pergeseran itu sudah final, dan di APBD Perubahan tidak juga dimasukkan, ya gagal lah.

Pengusulan anggaran ini atas nama Pemkab Kerinci sekitar bulan September 2023, waktu itu memang yang memenuhi sesuai DID dan syaratnya harus jalan Koto Rendah-Sungai Gelampeh, makanya pusat menurunkan anggaran, tidak bisa dirubah.”

“Sementara orang di Tim Anggaran diam-diam mau memindahkan kegiatan ini ke lokasi lain, ini yang membuat bantuan dana ini gagal dilaksanakan,”ujar sumber di Lingkup Pemkab Kerinci.

Dilanjutkan sumber lagi, bantuan DBH Sawit sudah dua kali transfer ke ke Rekening Kas Daerah.

“Bantuan anggaran penyeimbang dari Kementerian Pusat sebenarnya sudah dua kali di transfer ke Rekening Kasda.

“Kalau tidak salah ditahun 2023 DBH Sawit ini ditransfer sekitar Rp.7 Miliar, mungkin karena waktu kepepet gagal juga dilaksanakan.

“Lalu dilanjutkan 2024 sebesar Rp.13,5 Miliar tapi secara juknisnya memang harus untuk lanjutan pembangunan jalan lingkar barat Koto Rendah menuju Sungai Gelampeh,”jelasnya.

Kejadian memalukan dan merusak reputasi daerah serta merugikan pembangunan bagi kepentingan masyarakat Kerinci hingga kini masih hangat diperbincangkan publik.

Pasalnya, sesuai keterangan dihimpun, setidaknya sudah 3 kali uang bantuan Kementerian pusat gagal dilaksanakan, terkesan diabaikan.

Pertama, bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2024 sebesar Rp.3 Miliar melayang dan amblas begitu saja ke Kas Negara untuk lanjutan pembangunan gedung sentra industri Dodol, di Disperindag Kerinci.

Kedua, Dana Bagi Hasil Sawit tahun 2023 sekitar Rp.7 M terlaksana hanya Rp.300 Juta yang dilaksanakan Dinas Perkebunan.

Ketiga, Dana Bantuan Penyeimbang dari Kementerian Keuangan, DBH Sawit untuk Dinas PUPR Kerinci, lanjutan pembangunan Jalan Koto Rendah – Sungai Gelampeh dari Rumah Dinas Bupati Kerinci.

Jika ditotalkan ketiga bantuan dana penyeimbang dari Kementerian Pusat RI ini, Pemkab Kerinci sudah merugikan pembangunan daerah sekitar Rp.23 Miliar.

Penyebab kegagalan tender proyek pembangunan fisik Jalan Lingkar Barat dari Rumah Dinas Bupati Kerinci, tak lepas dari otak picik dan sarat kepentingan oknum-oknum pejabat kotor yang memantik kerugian daerah.

“Padahal orang-orang di Dinas PU sudah dari awal siap melaksanakan kegiatan pembangunan jalan lingkar barat ini, eh malah mereka diatas mau merubah paket ini.

“Secara final proyek ini sudah gagal, karena dianggaran APBD murni tidak dianggarkan, dan di APBD pun sudah lewat, sementara waktu tidak terkejar lagi,”ujarnya.

Terpisah, Pj Bupati Kerinci dikonfirmasi Siasatinfo.co.id, beberapa hari lalu menyebutkan bahwa anggaran ini sedang ditelusuri.

“Jalan Koto rendah – Sungai Gelampeh, sedang ditelusuri oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD).

Selain BPKPD, anggaran ini ditelusuri juga oleh Dinas PUPR Kerinci,”ujar Asraf,Spt.Msi yang saat sebagai Pj Bupati Kerinci.(Ncoe/Red)

Siasat Info.co.id

Recent Posts

Menteri Hukum RI Resmikan Ribuan Pos Perlindungan dan Pelayanan Hukum Hingga Masuk Desa

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Kabar gembira bagi masyarakat Provinsi Jambi yang sering mengeluh tentang hukum…

3 hari ago

Diduga Cabuli Siswi, Oknum Guru P3K SMPN 4 Spn Ditangkap Polres Kerinci

Siasatinfo.co.id, Berita Sungai Penuh - Tersandung kasus tindak pidana, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kerinci…

7 hari ago

Kapolda Jambi Tegaskan, Pemahaman Hukum Warga SAD Berperan Penting 

Siasatinfo.co.id, Berita Jambi - Dengan lantang dan tegas dikatakan Kapolda Jambi, Krisno H. Siregar, bahwa tidak…

1 minggu ago

Uji Fisik Prajurit, Kodim 0416/Bute Gelar Ketahanan Mars dan Renang Militer

Siasatinfo.co.id, Berita  Bungo - Keringat dan semangat juang mewarnai pelaksanaan Penilaian Siap Jasmani Militer (PSJM)…

1 minggu ago

MTSN 8 Batanghari Memprihatinkan, Siswa Butuh Ruang Belajar 

Siasatinfo.co.id - Berita Batanghari - MtsN 8 Batang hari yang berlokasi di desa jangga baru…

1 minggu ago

Viral.!! Kasus Dugaan Asusila Menerpa Calon Polwan Jambi Berbuntut Panjang 

Siasatinfo.co.id, Berita Jambi - Dugaan kasus asusila yang menerpa seorang calon Polwan di wilayah hukum…

2 minggu ago