Siasatinfo.co.id, Berita Nasional – Viral!! Sebuah rekaman video beredar di postingan dibeberapa aplikasi Sosmed tentang empat (4) orang pelaku penganiayaan korban inisial YY seorang TKI yang bekerja sebagai ART di Johor Malaysia akhirnya ditangkap Polisi Johor.
Saking gerahnya, netizen malah secara berantai mengedarkan video kejadian penganiayaan yang dilakukan majikan.
Uya Kuya anggota DPR-RI pun jadi tersingah untuk secara langsung mengunjungi korban TKI yang bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART).
Informasi diperoleh kejadian ini dipicu karena anak majikan atau pemilik keluarga terjatuh sendiri karena bermain dan berimbas ke penganiayaan terhadap korban.
Korban di pukul secara bergiliran oleh 4 pelaku, selain mengalami luka memar di tangan, kaki, kepala dan wajah, mata korban ditusuk pelaku hingga korban menjadi buta.
Peristiwa penganiayaan dengan pengeroyokan 4 orang suami isteri itu berujung ke ranah hukum. Kepolisian Johor Malaysia telah menangkap 4 orang pelaku terkait kasus penganiayaan asisten rumah tangga (ART) asal Indonesia yang viral di media sosial.
Penangkapan ini dilakukan pada Sabtu, 13 Juni 2026 petang oleh pihak Ibu Pejabat Polis Daerah (IPD).
Dua Pasang Suami Istri: Pelaku yang ditangkap terdiri dari 2 orang pria dan 2 orang wanita.
Rentang Usia: Keempat pelaku berusia antara 30 hingga 34 tahun.
Masa Penahanan Diperpanjang: Sesuai hukum Malaysia, polisi awalnya menahan pelaku selama 24 jam. Ketua Polisi Johor, Datuk Ab Rahaman Arsad, mengajukan permohonan ke Mahkamah Majelis Johor Bahru agar masa penahanan diperpanjang demi penyelidikan lebih lanjut.
Penyitaan Barang Bukti: Polisi mengamankan telepon genggam, pakaian tersangka, serta 2 paspor milik Warga Negara Asing (WNA).
Waktu Kejadian Asli: Meski videonya baru viral pada Juni 2026, hasil penyelidikan awal polisi mengungkap bahwa peristiwa penyiksaan tersebut sebenarnya terjadi pada Juli 2025.
Lokasi Kejadian: Penganiayaan terjadi di kawasan Taman Johor, wilayah Johor Bahru Utara.
Jumlah Korban Bertambah: Awalnya laporan berfokus pada satu korban berinisial YY. Namun, penyelidikan polisi menemukan dua korban WNI tambahan (berinisial YA dan SH) yang juga bekerja di tempat tersebut dan mengalami penganiayaan serupa.
Langkah Pemerintah Indonesia Perlindungan dan Tempat Tinggal Sementara:
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui KJRI Johor Bahru langsung bergerak mengamankan para korban. Dua korban saat ini sudah berada di Tempat Tinggal Sementara (TTS) milik perwakilan RI.
Evakuasi Korban dari Kuala Lumpur: Satu korban lainnya yang berada di Kuala Lumpur dijemput untuk dibawa ke Johor Bahru guna memberikan keterangan resmi kepada kepolisian setempat.
Bantuan Hukum: Pemerintah Indonesia bersama Kementerian P2MI memastikan akan mendampingi para korban menggunakan pengacara sewaan (retainer lawyer) untuk mengawal kasus ini sampai tunTKI.
Selain bikin gerah para netizen, banyak publik terenyuh dengan kejadian pilu dan sangat biadab menimpa korban YY.
Bahkan, seorang mantan artis Uya Kuya yang saat ini duduk sebagai anggota DPR-RI menyempatkan diri menjenguk korban YY yang.
Netizen sangat berharap mereka para pelaku mendapat hukuman yang setimpal sesuai dengan perbuatan keji dan biadab terhadap korban pekerja asal TKI. (Red Sst)
Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Aksi protes terhadap pengangkatan pasca pelantikan Kepala Sekolah SD oleh M…
Siasatinfo.co.id, Berita Merangin - Kisruh pengangkatan dan rotasi 237 Kepala Sekolah SD Se-kabupaten Merangin kini…
Siasatinfo.co.id Berita Merangin - Polemik pelantikan kepala sekolah di merangin hingga kini belum usai. Buktinya,…
Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Titik akhir pengungkapan kasus Korupsi Proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) di…
Siasatinfo.co.id Berita Merangin - Kebijakan rotasi dan mutasi kepala sekolah yang dilakukan pemerintah kabupaten Kabupaten…
Siasatinfo.co,id Berita Merangin - Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti acara pelepasan siswa-siswi kelas VI…