Categories: JakartaNasional

Miris, Enam Kain Kafan Menanti 6 Orang Jenazah di Markas FPI

Siasatinfo.co.id, Jakarta – Cukup miris, Enam Kain Kafan disiapkan untuk menanti 6 orang Jenazah anggota FPI  pada insiden di Tol Jakarta-Cikampek KM 50, Senin dini hari sekitar pukul 00.30 WIB, yang ditembak Polisi hingga tewas, kini dimarkas FPI tergeletak secara rapi seperti siap pakai untuk Jenazah.

Atas peristiwa itu,  Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam (FPI) masih mengupayakan agar jenazah 6 anggotanya yang tewas ditembak aparat Kepolisian dapat segera dikembalikan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Kini, jenazah 6 pengawal Habib Rizieq Shihab itu masih berada di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

FPI kabarnya sudah menyiapkan perlengkapan untuk pemakaman 6 anggotanya yang tewas. Beredar foto enam kain kafan sudah disiapkan di Markas FPI Petamburan, Jakarta Pusat. “Kain kafan untuk para syahid,” tulis caption dalam foto yang beredar.

Senin malam, tim pengacara FPI mendatangi Kamar Jenazah RS Polri untuk menjemput 6 jenazah anggotanya yang tewas, untuk segera dikembalikan ke keluarga dan dimakamkan. Sempat bersitegang dengan aparat Kepolisian yang berjaga karena tak diizinkan masuk. Upaya untuk memulangkan jenazah pun belum membuahkan hasil.

Sebelumnya, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono menegaskan polisi tidak akan menghalangi pihak keluarga untuk mengurus jenazah 6 anggota Laskar Khusus FPI yang tewas dalam peristiwa bentrok di ruas tol Karawang Senin dini hari.

“Polri tak pernah menghalangi atau mempersulit pihak keluarga untuk mengurus jenazah dari enam orang yang mencoba melawan petugas itu,” kata Irjen Argo Yuwono melalui keterangan tertulis, Senin, 7 Desember 2020.

Argo memastikan keenam jasad anggota FPI itu berada di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk dilakukan pemeriksaan. “Jenazah ada di RS Polri. Polisi sedang melakukan pemeriksaan terhadap jenazah tersebut untuk mengidentifikasi identitas jasad tersebut,” ucap Argo.

Seperti diketahui, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menyampaikan kronologi penyerangan 10 simpatisan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab terhadap aparat kepolisian. Peristiwa ini terjadi di Tol Jakarta-Cikampek KM 50, Senin dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.

Saat itu, menurut Fadil, anggota polisi tengah melaksanakan tugas penyelidikan terkait dengan rencana pemeriksaan Habib Rizieq yang dijadwalkan berlangsung Senin hari ini, 7 Desember 2020 pukul 10.00 WIB. Ada informasi yang diterima polisi akan terjadi pengerahan massa pada saat HRS dilakukan pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

Terkait adanya informasi tersebut, Polda Metro Jaya kemudian melakukan penyelidikan kebenaran informasi. Anggota Polda Metro Jaya mengikuti kendaraan yang diduga adalah pengikut Habib Rizieq.

Tiba-tiba kendaraan petugas dipepet lalu kemudian diserang dengan menggunakan senjata api dan senjata tajam seperti samurai. Karena diserang, anggota polisi pun merespons dengan melakukan tembakan sehingga sebanyak 6 orang meninggal dunia. Sementara itu, empat simpatisan Habib Rizieq lainnya melarikan diri dan masih dalam pengejaran.

Berbeda dengan versi polisi, melalui keterangan resminya, FPI menyampaikan bahwa peristiwa yang sesungguhnya adalah kendaraan pengawal HRS justru yang diadang oleh orang tak dikenal (OTK), kemudian menculik enam laskar pengawal HRS — belakangan diketahui keenamnya tewas.

Habib Rizieq dan keluarga, termasuk cucu yang masih balita akan menuju tempat acara pengajian subuh keluarga, sambil memulihkan kondisi. Lokasi keberasaan Habib Rizieq sampai saat ini masih belum diketahui.

“Dalam perjalanan menuju lokasi pengajian Subuh keluarga tersebut, rombongan dihadang oleh preman OTK (yang kami duga kuat bagian dari operasi penguntitan dan untuk mencelakakan IB),” tambah keterangan tersebut.

Sekretaris Umum FPI Munarman membantah ada perlawanan apalagi baku tembak seperti yang diklaim polisi. Sebab, anggotanya tidak ada yang dibekali dengan senjata tajam, apalagi senjata api.

“Yang perlu diketahui, bahwa fitnah besar kalau laskar kita disebut bawa senpi dan tembak menembak dengan aparat. Kami tidak pernah dibekali senpi, kami terbiasa tangan kosong, kami bukan pengecut,” tegasnya.

“Ini fitnah luar biasa, memutar balikkan fakta dengan sebut bahwa laskar lebih dulu serang,” tambahnya. (Ynr/Red).

Siasat Info.co.id

Recent Posts

Usai Jabat Wantimpres, Rocky Gerung Menuai Sorotan, Ini Gaji Bulanan Bikin Publik Tercengang

Siasatinfo.co.id, Berita Nasional - Tak heran jika giliran ahli mengkritisi pejabat negara bahkan seorang Presiden…

4 hari ago

CFD Tugu PKK di HUT 36 Perumda Tirta Sakti Kerinci Dibanjiri Doorprize Menarik

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Songsong Ulang Tahun ke 36 besok Senin (5/10/2026) Perumda Tirta Sakti…

5 hari ago

Setelah Diberhentikan, Mantan Kapolri Listyo Duduki Jabatan Kepala Staf Kepresidenan

Siasatinfo.co.id, Berita Nasional - Setelah diberhentikan dari jabatan Kapolri, Listyo Sigit Prabowo dilantik untuk duduki…

1 minggu ago

Jenderal Pol Listyo Sigit Diberhentikan Presiden Prabowo, Komjen Pol Suyudi Kepala BNN Duduki Kursi Kapolri

Siasatinfo.co.id, Berita Nasional - Jabatan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo hari ini, Kamis (1/10/2026)…

1 minggu ago

Lagi, Kejagung RI Tetapkan Perwira Aktif Kolonel Budi Utomo Tersangka Korupsi MBG Dari BGN

Siasatinfo.co.id, Berita Nasional - Lagi, Kejaksaan RI membongkar kasus korupsi di tata pengelolaan MBG merugikan…

1 minggu ago

Sidang Alot Ijazah Gibran di MK, Bivitri Susanti dan Titi Anggraini Jadi Saksi Ahli Denny Indrayana Cs

Siasatinfo.co.id, Jakarta - Semakin alotnya sidang ijazah Wapres Gibran di Mahkamah Konstitusi malam tadi, pemohon…

1 minggu ago