Darifus Kadis Bencal dan Alex Konsultan Pengawas Sepertinya Belum Tersentuh Hukum. Media Harian Online Siasa Info
Siasatinfo. co.id, Berita Kerinci – Disorot, terkait kasus dugaan korupsi pelaksanaan proyek Bencana Alam 2017, fisik dikerjakan 2018 pihak Kejaksaan Kerinci menetapkan 3 tersangka yaitu, Asril (PPK), Syaiful Efrijal (Kontraktor), Wardodi Aria Putra (Kotraktor), namun tetap saja pihak Kejaksaan Kerinci menuai sorotan.
Sebab, Kasus dugaan korupsi ini hanya melibatkan 3 tersangka saja, sementara Darifus selaku pengguna anggaran (PA) dan Konsultan Pengawas sepertinya lepas dari tuntutan hukum, padahal mereka berdua penentu sukses pekerjaan proyek.
Agar tidak dipandang tebang pilih, ketajaman Taring Kejaksaan Negeri Kerinci dipertaruhkan dalam proses pengusutan Kasus Dugaan Korupsi Proyek Bencal Kerinci tahun 2017 tidak terhenti dengan 3 tersangka saja.
Darifus Kadis Bencal dan Konsultan Pengawas hingga saat ini masih melenggang belum tersentuh hukum dan menjadi sorotan tajam banyak kalangan, walau mereka berdua dipusaran kasus Korupsi Bencal 2018.
Tiga orang tersangka saat ini, sepertinya tinggal menunggu jadwal sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi.
Tapi sayangnya, Darifus Kepala Dinas Bencal Kerinci dan Alex Konsultan Pengawas yang disebut-sebut masuk dalam pusaran kasus Bencal Kerinci, hingga saat ini belum jelas prosesnya di Kejaksaan Negeri Kerinci.
Jika saja penegak hukum konsisten dan tuntas mengusut keterlibatan dua nama ini bisa saja mejadi penambah tersangka kasus bencal Kerinci tersebut.
Apa lagi saat ini nyanyian tiga tersangka dugaan kasus korupsi dana Kegiatan Bencana Alam Kerinci Tahun Anggaran 2017 mulai menguak, Kursi Kadis Darifus mulai panas.
Masyarakat Kerinci sangat berharap banyak kepada Kepala Kejaksaan Kerinci mengusut kasus ini hingga tuntas, apa lagi pihak penyidik dari Kejaksaan dipantau dan disorot publik, agar mengusut tuntas keterlibatan Darifus, karena Ganing dan kontrak kerja ditandatangani oleh Darifus selaku pengguna anggaran.
Seperti dikatakan Asril kepada siasatinfo.co.id sebelum dia ditahan Kejaksaan, “Perintah kerja awal (Ganing) itu ditandatangani Kadis Darifus, serta pada kontrak kerja semua diteken Pengguna Anggaran.
“Proses awal saat itu, saya sudah membuat surat pengunduran diri yang ditujukan kepada Bapak Bupati Adirozal, karena saya sakit ,”ujar Asril.
Ditempat terpisah, kalangan aktivis LSM di Kerinci menyebutkan, Keterlibatan Kepala Dinas Bencal saat itu yakni Daripus dan Alex (Konsultan) perlu menjadi sorotan.
“Pihak kejaksaan harus memperjelas serta mengusut keterlibatan Daripus dan Konsultan pengawas, kenapa hanya terhenti dengan 3 tersangka saja,”ujar Joni kepada siasatinfo.co.id. (Rt/Jm).
Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Kabar gembira bagi masyarakat Provinsi Jambi yang sering mengeluh tentang hukum…
Siasatinfo.co.id, Berita Sungai Penuh - Tersandung kasus tindak pidana, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kerinci…
Siasatinfo.co.id, Berita Jambi - Dengan lantang dan tegas dikatakan Kapolda Jambi, Krisno H. Siregar, bahwa tidak…
Siasatinfo.co.id, Berita Bungo - Keringat dan semangat juang mewarnai pelaksanaan Penilaian Siap Jasmani Militer (PSJM)…
Siasatinfo.co.id - Berita Batanghari - MtsN 8 Batang hari yang berlokasi di desa jangga baru…
Siasatinfo.co.id, Berita Jambi - Dugaan kasus asusila yang menerpa seorang calon Polwan di wilayah hukum…