Desak Usut Miliaran Uang Tunjangan Rumdis DPRD Kerinci, Kejaksaan Didemo Forum Anti Korupsi

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci – Terkait soal dugaan kasus korupsi uang miliaran untuk tunjangan rumah dinas (Rumdis) Ketua, Wakil Ketua dan Anggota DPRD Kerinci, pihak Kejaksaan Negeri didesak usut tuntas hingga ditersangkakan.

Untuk membuktikan penegakan hukum di Bumi Sakti Alam Kerinci, Forum anti Korupsi Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, berorasi damai di Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungai Penuh pada Senin (17/10/2022), sekitar pukul 10:00 WIB sampai selesai.

Disebutkan pada orasi forum anti korupsi (FMAKI) dihalaman Kejaksaan dengan tegas meminta transparansi dari pihak Kejaksaan terkait kasus dugaan Korupsi tunjangan rumah dinas anggota DPRD kabupaten kerinci.

Aksi damai forum anti korupsi di Kejari ini dipicu adanya kasus dugaan korupsi tunjangan rumah dinas anggota DPRD yang diduga fiktif karena proses penyelidikan sudah naik ke tahap penyidikan.

Seperti dikatakan Korlap Miko, bahwa masyarakat sangat perlu tau dan meminta kejelasan soal ini.

“Perlu diketahui bahwa ini sudah menjadi konsumsi publik, artinya seluruh masyarakat telah mengetahui kasus tersebut yang merugikan keuangan negara,” tegasnya.

Saat beraksi FMAKI dihadapi oleh Kasi intel kejaksaan Andi Sugandi SH. Ia dikawal petugas keamanan untuk menemui para aksi.

Andi menjelaskan bahwa kasi Pidsus sedang tidak berada ditempat, karena sedang menghadiri sidang tipikor di Jambi,” ucapnya.

“Untuk poin tuntutan yang disampaikan, penyidik akan melakukan proses dengan mencari dua alat bukti sekurang-kurangnya.

Diakuinya, untuk tahap penyidikan memang saat ini belum ditetapkan tersangka,” ujar Kasi Intel.

Sementara itu, keterangan disampaikan Kasi Intel ditanggapi pendemo kurang puas.

Mereka menginginkan, Alek selaku Kasi Pidsus yang menemui massa untuk memberi penjelasan, karena sejauh ini penanganan kasus tersebut di Kejari terkesan tidak transparan.

“Kalau begitu silahkan dijadwalkan ulang untuk beraudiensi. Apapun yang disampaikan hari ini, nanti saya akan sampaikan kepada pimpinan,”pungkas Andi kepada massa aksi.

Perlu diketahui bahwa tunjangan Rumah Dinas DPRD Kerinci sarat dengan fiktif dengan habiskan uang sekitar Rp 2,5 M pertahun.

Terkesan hanya topeng yang berpotensi rugikan uang daerah dialihkan untuk sewa rumah pribadi dari tahun 2014 – 2019. Dan hingga tahun 2022 ini belum diketahui rumah dinas mana yang dihuni anggota DPRD Kerinci. (Ncoe/Red)

Siasat Info.co.id

Recent Posts

Kepsek Almiadi Bantah Ada Pungutan Uang Guru Sertifikasi di SMPN 5 Kerinci

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Setelah santer kepermukaan tentang pungutan uang usulan bahan untuk pencairan dana…

7 hari ago

Usai Heboh Guru Sertifikasi Dipungli Ratusan Ribu, Kepsek SMPN 5 Kerinci Bertameng Surat Pernyataan 

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Usai mencuat modus pungutan liar uang pengurusan bahan sertifikasi 25 orang…

1 minggu ago

Abdul Lazik Enggan Balikin Uang Hasil Pungli Penerimaan Honorer, Uang Anak Yatim Disikat

Siasatinfo.co.id, Berita Merangin - Meski sudah ada desakan dan dugaan bukti adanya pungutan liar, Mantan…

2 minggu ago

Rapat KONI Kerinci Untuk Persiapan Kejurkab 2026 Dipimpin Langsung Ketua Nafrizal

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kerinci menggelar rapat persiapan pelaksanaan…

2 minggu ago

Bupati Merangin Didesak Beri Sanksi Kadis Sosial Ganti Rugi Korban Pungli

Siasatinfo.co.id Berita Merangin - Dugaan penyimpangan dalam jabatan eks Kepala  Dinas Pemadam Kebakaran Merangin pada…

2 minggu ago

Detik-Detik Kyai Cabul Pati Diangkut ke Penjara Nusakambangan Disorot Kilauan Kamera Pers

Siasatinfo.co.id, Berita Viral - Sesuai kata pepatah, kelakuan buruk akan dapat perlakuan buruk pula. Begitu…

2 minggu ago