Aliansi Bumi Kerinci, Minta Kapolres Tindak Tegas Oknum Petugas Palak Supir di Puncak via Tapan

Siasatinfo.co.id, Berita Sungai Penuh – Terkait soal dugaan ada pungli melewati pos penyekatan penyebaran Covid-19 dan mudik lebaran di perbatasan jalur puncak Sungaipenuh-Tapan ramai menuai sorotan.

Kali ini Aliansi Bumi Kerinci pun ikut bicara soal ramai dan viral dugaan pemalakan supir angkutan barang dan sayur.

Dikatakan Ketua Aliansi Bumi Kerinci, Harmo Karimi, Kapolres Kerinci diminta tegas untuk menindak anggota yang menyalahgunakan wewenang selaku pengayom masyarakat.

“Saya minta Kapolres Kerinci menindak tegas oknum petugas diduga telah melakukan pungli.

“Dan masyarakat juga diminta agar berani melaporkan ke pihak media agar kasus – kasus yang mencoreng nama baik korps Kepolisian oleh oknum bisa teratasi selanjutnya,”tegas Harmo kepada siasatinfo.co.id, Selasa (11/5/21) pukul 14:00 wib.

Pasz ditetapkan Kota Sungai Penuh sebagai Zona Merah, tentu aturan penyekatan petugas sangat tegas dan tidak ada yang bisa lolos masuk ke Kota Sungai Penuh – Kerinci, Provinsi Jambi, tapi berkabar bisa kok, asal ada setoran uang dari pengendara mobil.

Pandai main mata seperti yang dilakukan sopir harus bayar uang dulu sama oknum petugas di pos Penyekatan Puncak perbatasan Sungai Penuh – Sumbar. untuk peniadaan mudik lebaran dan upaya pengendalian peyebaran Covid-19 masuk ke Kerinci – Sungai Penuh, telah dilakukan penyekatan di tiga titik pos, yakni Pos Pam Puncak Sugaipenuh-Tapan KM15, Pos Pam leter W batas Padang Aro dan Pos Pam Batang Merangin batas Bangko.

Informasi diperoleh di perbatasan puncak Sungai Penuh – Tapan Sumatera Barat sejak beberapa waktu lalu telah diberlakukan larangan masuk ke Sungai Penuh kecuali memiliki Surat Keterangan bebas covid-19.

Namun keadaan malah sebaliknya, mobil sayur, truk sembako, travel, dan mobil lainnya ternyata bebas masuk meskipun tidak mengantongi surat keterangan bebas covid-19.

Mereka bisa lolos ada syaratnya dengan merogoh saku celana untuk bayar uang sama petugas penyekatan di lokasi yang jumlahnya bervariasi mulai dari Rp 150 ribu, 200 ribu hingga 300 ribu.

“Mau masuk ke sungai penuh, tidak punya surat keterangan bebas covid-19, gampang, bayar saja sama oknum petugas di lokasi” ungkap sumber yang namanya tak mau ditulis.

Untuk diketahui Satgas covid-19 di lokasi terdiri dari pihak Kesehatan, Perhubungan, Pol PP, Polsek, Polantas, namun sayang ia enggan menyebutkan dari instansi mana yang bermain pungli di pos puncak tersebut.

“kalau mau nego, diajak ke dalam pos, penyekatan tidak ada guna, padahal saat ini Sungai penuh zona merah, akan berdampak buruk bagi masyarakat” ungkap sumber.. (Dfi/Red)

Siasat Info.co.id

Recent Posts

Heboh Oknum Sekcam Misterius Malam Hari Dengan WIL di Kemantan Kerinci, Ini Sosok dan Pengakuannya

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Terkait video heboh dan menggemparkan warga Desa Kemantan Raya, Kecamatan Air…

10 jam ago

Heboh!! Oknum Sekcam di Kerinci Malam-malam Terciduk Berduaan Dirumah Wanita Cantik

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Heboh dan sempat viral seorang oknum ASN (Aparatur Sipil Negara) yang…

1 hari ago

Kapolres Kerinci Berganti, Kursi Diduduki AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro 

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci -  Tidak hanya mutasi setingkat Kasat dan Kapolsek yang di rotasi dilingkup…

1 hari ago

Rugikan Negara Rp 11,9 M, Kejati Jambi Tahan Petugas KJPP Tanah Pelabuhan Ujung Jabung

Siasatinfo.co.id, Berita Jambi -  Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi kembali menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi…

6 hari ago

Eks Kadis dan Bendahara Damkar Pemkot Sungai Penuh Resmi Ditahan Kejaksaan

Siasatinfo.co.id, Berita Sungai Penuh -  Akhir pengungkapan kasus korupsi yang merugikan keuangan negara, Kejaksaan Negeri…

6 hari ago

Viral.!! Postingan Pria Siulak Deras Kerinci Terlantar di Ketapang Lampung Selatan Ingin Pulang

Siasatinfo.co.id, Berita Lampung - Viral.!! Seorang pria memakai topi dengan jaket jeans warna biru yang…

2 minggu ago