Daerah

Stop Bully Anak, Polres Kerinci Ingatkan Sanksi Pidana Pelaku 3,5 Tahun,Denda 70 Juta

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci – Cegah bullying tindakan terlarang dan kekerasan terhadap murid masih duduk di bangku SD rupanya tidak dapat dianggap remeh dan dipandang sebelah mata oleh tenaga pendidik dan Kepala Sekolah, karena ada sanksi pidana penjara dan denda Rp.70 Juta bagi pelaku.

Seperti baru-baru ini tindakan kekerasan dan Bullying dialami Dika (12) oleh teman-temannya dalam kelas 6, di SD Nomor 94/III Kelurahan Siulak Deras, Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci.

Informasi diperoleh mengungkapkan, bahwa Korban Bully Deka mengalami Bullying dalam ruangan kelas 6 hingga kepala dibenturkan ke dinding saat jam belajar tanpa ada guru kelas.

Kejadian Bullying ini diakibatkan kurangnya disiplin tenaga didik dan Kepala Sekolah yang dipimpin Bustami, Spd, terkesan pembiaran tanpa pengawasan.

“Guru-guru lebih nongkrong dalam kantor, murid keluar masuk lokal tanpa pengawasan ketat tenaga didik.

Korban Deka setelah kejadian menangis tersedu-sedu sambil memegang kepalanya. Ini akibat murid ditinggal dalam kelas dibiarin berantakan, gurunya entah kemana,” ujar sumber.

Bullying merupakan tindakan berbahaya yang harus dicegah secara dini. Karena dapat mengakibatkan trauma secara psikis terhadap korban hingga merusak masa depan generasi muda.

Guna mencegah kejadian tersebut, Polres Kerinci kembali menggaungkan kampanye lewat pembagian stiker ke warga masyarakat “Stop Bullying”.

Dalam Kampanye Polres Kerinci menegaskan kasus bullying merupakan bentuk kekerasan yang dapat mengganggu kesehatan mental, kebahagiaan, hingga kewarasan anak.

Bahkan jika dibiarkan, dampaknya bisa semakin meluas dan mengancam masa depan generasi muda dan bangsa.

Kampanye Dampak korban Bullying ada 4 tertulis dalam stiker yang disebarkan Polres Kerinci, antara lain;

1). Depresi dan sering murung. 2).Kehilangan selera makan. 3). Sulit berinteraksi. 4). Kehilangan konsentrasi dalam belajar.

Dasar Hukumnya, Polres Kerinci mengingatkan, bahwa kekerasan terhadap anak telah di atur dalam UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, terutama Pasal 76C yang melarang setiap orang melakukan, menyuruh, atau membiarkan terjadinya kekerasan terhadap anak.

Tentang Sanksi Hukum bagi pelaku bullying, ancamannya tidak main-main dan dapat dihukum penjara.

Sesuai UU Nomor 35 Tahun 2014, pelaku selain dapat ancaman kurungan penjara maksimal 3 Tahun 6 Bulan, pelaku pun dapat hukuman denda sebesar Rp. 72 Juta.

Dengan kampanye ini, Polres Kerinci mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli, melindungi anak, dan bersama-sama menghentikan praktik bullying di lingkungan sekolah maupun dilingkungan sosial dalam masyarakat. (Red/Sst)

Siasat Info.co.id

Recent Posts

Usai Mundur Dari Jampidsus, Febrie Resmi Tersangka, Selain 74 Kg Emas, Polri Sita Rp. 476 M

Siasatinfo.co.id, Berita Nasional - Bongkar tiga kasus korupsi yang akhirnya berujung tersangka melibatkan Jampidsus Febrie…

1 hari ago

Mencuat lagi, Kades Sungai Rumpun Terlilit Dugaan Korupsi DD dan Penggelapan Dana Bumdes

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Tidak hanya kasus dugaan Pungli Sertifikat Tanah dan mengelola penuh tanah…

5 hari ago

Lucu!! Proyek BWSS VI Rp 12,9 M Dikerjakan PT Ponjen Emas di Sungai Batang Merao Kerinci Cuma Tanggul Karung

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Aneh dan lucu penampakan pekerjaan konstruksi proyek pembangunan tanggul dan normalisasi untuk…

6 hari ago

Belum Usai Pungli Sertifikat,Terungkap Tanah Kas Desa Dikuasi Kades Herman

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Setelah terungkap dugaan Pungli Sertifikat Tanah dan pemalsuan dokumen kepemilikan hak atas…

1 minggu ago

Korupsi MBG, Kejagung Tetapkan Jenderal Bintang Satu Polisi Jadi Tersangka Ketujuh

Siasatinfo.co.id, Berita Nasional - Lagi, Kejaksaan Agung Republik Indonesia membongkar keterlibatan pejabat teras dalam pusaran…

1 minggu ago

Kisaran Rp18 M Gaji 13 ASN Pemkot Sungai Penuh Molor, Kinerja Sekda Dipertanyakan ASN

Siasatinfo.co.id, Berita Sungai Penuh -  Hingga hari ini Kamis ( Tanggal 2 Juli 2026) Ribuan…

2 minggu ago