Daerah

Selain Dugaan Korupsi Bumdes Rp.145 Juta, SPJ DD Kades Yukumaini Sarat Rekayasa, Rp 35 Juta Biaya Kapasitas Kades Disoal

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci – Menguap lagi kepermukaan, selain dugaan korupsi dan penggelapan Ratusan Juta dana BUMDES di Desa Siulak Kecil Mudik, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci Jambi, kini muncul dugaan rekayasa SPJ yang berpotensi korupsi DD anggaran tahun 2023 yang dikelola Kades Yukumaini.

Sebelumnya, Kades Yukumaini tersandung dugaan korupsi dan penyalahgunaan uang Bumdes sekitar Rp.145 Juta yang diperuntukkan kegiatan penggemukan sapi malah hancur berantakan.

Uang Bumdes ditarik ke pengurus lama yang semula berdalih untuk pengelolaan Pupuk Kompos, eh faktanya tenggelam tanpa hasil dan SPJ yang diketahui masyarakat.

Ironisnya, uang sekitar Rp. 145 Juta dialihkan untuk biaya pengelolaan pupuk kompos hingga sekarang tak jelas juntrungan dan menuai buah bibir warga.

Belum tuntas soal dana Bumdes, kini muncul kejanggalan realisasi aliran DD tahun 2023 yang mencurigakan dan berpotensi SPJ rekayasa yang terindikasi Mark Up pada pembengkakan anggaran.

Berdasarkan Informasi Penyaluran Dana Desa di tahun 2023 berhasil dihimpun Siasatinfo.co.id, Senin (16/6/2025 ), tercatat pada pembaruan data Siskeudes terakhir 19 Desember 2024 sebesar
Rp. 720.663.000, ( Tujuh Ratus Dua Puluh Juta, Enam Ratus Enam Puluh Tiga Ribu Rupiah).

Terdapat beberapa biaya pos kegiatan dicurigai terjadi kejanggalan anggaran tidak tepat guna yang terindikasi rekayasa SPJ yang sarat muatan korupsi.

“Seperti biaya belanja di Pos Kegiatan Pengadaan, Pembangunan,  Pemanfaatan dan Pemeliharaan Sarana Prasarana Pemasaran Produk sebesar Rp. 118.791.900, (Rp.118,7 Jutaan).

Lalu pos kegiatan sama terjadi berulang lagi, yakni, Pengadaan, Pembangunan, Pemanfaatan dan Pemeliharaan sarana prasarana pemasaran Produk sebesar Rp. 29.417.100, (Rp.29,4 Jutaan).”

“Kedua pos belanja diatas total berjumlah sekitar Rp. 148.209.000, ( Rp.148,2 Jutaan). Dana kedua pos dengan judul sama ini perlu diaudit Tim Auditor Inspektorat secara teliti, agar uang masyarakat dapat diselamatkan,’ujar sumber warga.

Selain dugaan kejanggalan anggaran dua pos diatas, aliran uang DD untuk biaya belanja peningkatan kapasitas perangkat Desa Rp 8.020.000, dan ditambah lagi judul yang sama yakni, biaya peningkatan kapasitas Kepala Desa Rp 27.645.000, (Rp.27,6 Jutaan).

“Total kedua pos diatas habiskan biaya sebesar Rp.35. 665. 000, (Rp.35,6 Jutaan) untuk uang kantong Kades dengan dalih peningkatan kapasitas Kades, benar tidak ini.

Kami pertanyakan untuk peningkatan kapasitas Kades Yukumaini kenapa diambil dari uang DD, sementara untuk biaya operasional Kades kan sudah ada dalam ADD, bukan main caplok saja di DD. Ini perlu diusut kebenarannya,”Ujarnya sumber. (Tim Red)

Siasat Info.co.id

Recent Posts

Kepsek Almiadi Bantah Ada Pungutan Uang Guru Sertifikasi di SMPN 5 Kerinci

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Setelah santer kepermukaan tentang pungutan uang usulan bahan untuk pencairan dana…

7 hari ago

Usai Heboh Guru Sertifikasi Dipungli Ratusan Ribu, Kepsek SMPN 5 Kerinci Bertameng Surat Pernyataan 

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Usai mencuat modus pungutan liar uang pengurusan bahan sertifikasi 25 orang…

1 minggu ago

Abdul Lazik Enggan Balikin Uang Hasil Pungli Penerimaan Honorer, Uang Anak Yatim Disikat

Siasatinfo.co.id, Berita Merangin - Meski sudah ada desakan dan dugaan bukti adanya pungutan liar, Mantan…

2 minggu ago

Rapat KONI Kerinci Untuk Persiapan Kejurkab 2026 Dipimpin Langsung Ketua Nafrizal

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kerinci menggelar rapat persiapan pelaksanaan…

2 minggu ago

Bupati Merangin Didesak Beri Sanksi Kadis Sosial Ganti Rugi Korban Pungli

Siasatinfo.co.id Berita Merangin - Dugaan penyimpangan dalam jabatan eks Kepala  Dinas Pemadam Kebakaran Merangin pada…

2 minggu ago

Detik-Detik Kyai Cabul Pati Diangkut ke Penjara Nusakambangan Disorot Kilauan Kamera Pers

Siasatinfo.co.id, Berita Viral - Sesuai kata pepatah, kelakuan buruk akan dapat perlakuan buruk pula. Begitu…

2 minggu ago