Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci – Parah! Baru siap sekitar satu bulan pekerjaan konstruksi pekerjaan peningkatan jalan Kabupaten Kerinci anggaran tahun 2025 dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), kini menjadi sorotan negatif masyarakat lingkungan Desa Mukai Tinggi.
Sebab, fisik usai dikerjakan CV. Abbiyu Bangun Konstruksi (ABK) sebagai pemenang tender tahun 2025 senilai Rp. 694.110.263,- yang dikerjakan dan siap sekitar 2 hari sebelum tahun baru 2026, cukup menampar muka Bupati Monadi.
Informasi berhasil diperoleh Siasatinfo.co.id, Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 10:30 WIB, mengungkapkan bahwa pekerjaan konstruksi Jalan Mukai Tinggi – Danau Tinggi ( Simpang Sungai Dedap), sumber dana dari APBD 2025, kuat dugaan melanggar spesifikasi dari bestek secara teknis.
“Masak ya, jalan yang belum genap berusia satu bulan itu kini sudah mengalami tanda-tanda kerusakan parah dan sepanjang jalan sudah retak – retak.
Kerusakan pekerjaan aspal masih tahap pemeliharaan sudah rusak oleh pekerjaan kontraktor sangat menampar muka Bupati Monadi dan Kepala Dinas PUPR.”
“Soalnya pekerjaan aspal ini boleh dikatakan secara kasat mata di depan mata Bupati dan para pejabat lingkungan Pemda Kerinci, namun dikerjakan asal-asalan saja oleh kontraktor,”ujar sumber.
Lebih parah lagi, permukaan badan jalan aspal banyak yang mengelupas dan dapat dicongkel akai tangan para pengguna jalan. Ini semua kelalaian kontraktor pelaksana yang kerjanya mengangkangi spek teknis.
Berdasarkan hasil pantauan kru Siasatinfo.co.id dilapangan terbukti permukaan aspal mulai terkelupas dan mulai berlubang di sejumlah titik.
Tak heran banyak pihak menyorot mutu dan kualitas yang tidak diawasi secara maksimal oleh konsultan Luksa Konsultan sebagai konsultan pengawas.
“Saya yakin pihak kontraktor tidak memakai agregat material sesuai dalam spek. Proses pemadatan sebelum hamparan aspal hot mix diduga tidak menggunakan kelas A.
“Jika kondisi ini dibiarkan, kerusakan akan semakin parah, terlebih saat musim hujan tiba. Air hujan yang menggenang lubang-lubang jalan berpotensi mempercepat kerusakan dan membahayakan pengguna jalan.
“warga juga mengungkapkan bahwa pada sebagian ruas jalan diduga tidak terdapat hamparan lapis pondasi agregat (kelas B) sebagaimana mestinya. Padahal, lapisan tersebut merupakan komponen penting untuk menopang kekuatan aspal agar lebih tahan lama.
Akibat pengerjaan yang dinilai tidak maksimal tersebut, masyarakat mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk turun langsung ke lapangan guna melakukan pengecekan serta evaluasi terhadap kualitas proyek jalan tersebut.
Bahkan, Warga minta pemerintah tidak menutup mata terhadap keluhan ini dan segera mengambil langkah tegas agar pembangunan infrastruktur benar-benar memberikan manfaat.
Ini malah menimbulkan kerugian dan potensi bahaya bagi masyarakat umum yang sudah lama mengimpikan jalan ini.(Mul/Ferer)