Categories: Nasional

“Blended Learning” Atasi Mitigasi Pembelajaran di Era Pandemi

SIASATINFO.CO.ID, SURABAYA – Dalam rangka menghadapi tahun pelajaran 2021/2022 Ketua Pengurus Yayasan Hang Tuah Cabang Surabaya Letkol Laut (KH) Drs Ambar Kristiyanto, M.Si yang baru  2 minggu  memimpin di Yayasan tersebut, Selasa (08/06/21) secara langsung memberikan pengarahan  kepada 34 Kepala Sekolah yang berada di Yayasan Hang Tuah Cabang Surabaya serta 7 perwakilan Kasatdik TK  diluar Surabaya khususnya dalam melaksanakan mitigasi pembelajaran di era pandemi melalui “Blended Learning”

Di masa pandemi covid-19 yang hampir berusia dua tahun ini, pembelajaran secara Daring/ PJJ  merupakan alternatif terbaik guna keberlangsungan proses belajar mengajar terhadap peserta didik. Dengan modal pengalaman selama menjadi kepala sekolah di SMK KAL-1 Surabaya, Kapeng  YHT ini memberikan beberapa solusi dalam menghadapi  pembelajaran secara off line yang akan dilaksanakan mulai bulan Juli mendatang.

Yayasan Hang Tuah sendiri sudah menerbitkan buku Pedoman  Pembelajaran di Masa andemi Covid-19 sebagai acuan bagi para Kepala Sekolah di lingkungan Yayasan Hang Tuah dalam menerapkan metode pembelajaran secara off line yang di dalamnya  secara ketat  harus melaksanakan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan virus covid-19.  Hal ini sangat berguna agar seluruh siswa/ peserta didik, guru dan tenaga kependidikan  bisa terbebas dari virus yang sangat berbahaya tersebut.

34 Kasatdik ( Kepala Sekolah) dilingkungan YHT Cabang Surabaya terdiri dari 2  Kasatdik SMK, 4 Kasatdik SMA, 5 Kasatdik SMP, 9 Kasatdik SD, 14 Kasatdik TK dan 7 Kasatdik TK perwakilan dari Batuporon, Grati, Malang, Tegal, Semarang, Cilacap dan Banyuwangi yang mengikuti secara daring yang  terpusat di SMA Hang Tuah 1 Surabaya.

Hal senada juga disampaikan oleh Presiden Joko Widodo  dalam rapat  terbatas di Jakarta kemarin (07/06/21) , bahwa sekolah tatap muka akan di mulai pada bulan Juli  mendatang.  Presiden  menekankan  bahwa sekolah tatap muka  terbatas harus dijalankan dengan ekstra hati-hati. Diantaranya sekolah hanya boleh dilakukan maksimal  dua hari dalam seminggu dengan waktu belajar maksimal 2 jam dan yang hadir hanya  25 persen dari jumlah siswa.

Semenrata itu  Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam penekanannya bahwa opsi menghadirkan  anak kesekolah  di tentukan oleh orang tuanya,  “ Tugas kami memastikan bahwa semua guru harus sudah  selesai di vaksinasi sebelum sekolah di mulai,” tuturnya. (Yht/dar)

Dedi Siasatinfo

Recent Posts

Ribet Kasus Ijazah Jokowi:  Penuduh Dilaporkan, Pemilik Ijazah Menolak Diketahui Publik, UGM Bilang Asli

Siasatinfo.co.id, Berita Nasional - Tak henti-hentinya soal ribetnya polemik pada kasus dugaan ijazah palsu yang…

9 jam ago

Railing Jembatan Pelangi Arah Kantor Bupati Kerinci Dirusak dan Dijarah Maling, Dinas PUPR Tutup Mata

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci -  Parah!! Kondisi Jembatan Pelangi yang sering digadang-gadang sebagai jembatan Ikon Wisata…

6 hari ago

Heboh Oknum Sekcam Misterius Malam Hari Dengan WIL di Kemantan Kerinci, Ini Sosok dan Pengakuannya

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Terkait video heboh dan menggemparkan warga Desa Kemantan Raya, Kecamatan Air…

7 hari ago

Heboh!! Oknum Sekcam di Kerinci Malam-malam Terciduk Berduaan Dirumah Wanita Cantik

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Heboh dan sempat viral seorang oknum ASN (Aparatur Sipil Negara) yang…

1 minggu ago

Kapolres Kerinci Berganti, Kursi Diduduki AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro 

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci -  Tidak hanya mutasi setingkat Kasat dan Kapolsek yang di rotasi dilingkup…

1 minggu ago

Rugikan Negara Rp 11,9 M, Kejati Jambi Tahan Petugas KJPP Tanah Pelabuhan Ujung Jabung

Siasatinfo.co.id, Berita Jambi -  Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi kembali menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi…

2 minggu ago