Aneh!! Dinas PUPR Kota Sungai Penuh Paket Konsultan Diwarnai Perusahaan Pekanbaru

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci  – Aneh.!! Kegiatan proyek Lingkup Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) Pemerintah Kota Sungai Penuh, didominasi oleh jasa konsultasi yakni, perusahaan berbendera dari Provinsi tetangga Pekanbaru yang bikin perusahaan konsultan dalam daerah ke pencet.

Ironisnya, ditemukan setidaknya ada 10 paket proyek fisik konsultannya mendapatkan borongan yang terkesan monopoli dalam sebuah kegiatan dalam satu bidang di PUPR Pemkot Sungai Penuh.

Kejadian ini menimbulkan polemik dan menuai protes dari LSM Fakta, Gusparman. Ia menyoroti ini tidak hanya terjadi monopoli, tetapi juga tersandung Korupsi, Kolusi dan nepotisme ditubuh Dinas terkait.

“Ini baru sebagian yang kita ungkapkan yaitu, Bidang Sumber Daya Air (SDA).

“Dan di bidang lain juga banyak dan nilainya sangat besar. Ini perlu dicatat, hanya sebagian saja datanya ini. Masih banyak lagi yang lain. Baik itu perencanaan atau pengawasan,” ungkap Gusparman.

Berdasarkan hasil investigasi LSM Fakta dicurigai sebagai perbuatan monopoli yakni, Bidang SDA yang dikuasai adalah sebagai berikut :

Konsultasi dari CV. Fajar Bahari beralamat jalan Mawar 7 C Pekan Baru Riau mendapatkan job order sebanyak 4 paket antaranya; 1). Perencanaan Pembangunan Tembok Penahan Sungai Batang Merao, Kecamatan Hamparan Rawang dengan nilai HPS Rp. 75 juta.

2). Perencanaan Tembok Penahan Sungai Kendano dengan nilai Rp. 45 juta. 3). Perencanaan Bronjong Sungai Batang Merao dengan nilai Rp. 75 juta. 4). Perencanaan Tembok penahan Sungai Air Sesat Rp. 45 juta.

Selanjutnya, Job konsultasi dari PT. Ramadhan Karya Consultan  beralamat di Jalan Gelantik nomor 12 Pekan Baru.

1. Perencanaan Tembok Penahan Tebing Tanah Kampung dengan nilai Rp. 75 juta
2. Perencanaan Tembok Penahan Tebing Sungai Bungkal dengan nilai Rp. 75 juta
3. Perencanaan Tembok Penahan Tebing Air Sempit dengan nilai Rp. 45 juta
4. Perencanaan Tembok Penahan Tebing Sungai Ulu Air dengan nilai Rp. 45 juta.

Kemudian dari PT Panca Mandiri jalan Gelantik nomor 3 Pekan Baru yakni,

1). Perencanaan Tembok Penahan Tebing Sungai Batang Sangkir dengan nilai Rp. 75 juta. 2). Perencanaan Tembok Penahan Tebing Talang Lindung dengan nilai Rp. 45 juta

Patut diduga, untuk mendapatkan proyek jasa konsultasi ini sudah terjadi praktik KKN dengan loby bawah meja yang belum terendus tim saber Pungli ranah hukum Polres Kerinci.

“Ini patut diduga telah terjadi KKN yang melanggar hukum. Aparat Penegak hukum diminta mampu mengusutnya, guna memberantas praktik monopoli dilingkup Dinas PUPR Sungai Penuh.

“Ini semua agar ada efek jera para oknum yang suka bermain-main dengan orang dalam Dinas terkait.

Aneh, masa iya perusahaan lokal tidak dapat bersaing di negeri sendiri, kalau tidak ada persekongkolan,” tandasnya.(Ncoe/Red)

Siasat Info.co.id

Recent Posts

Bupati Monadi Lantik 39 Pejabat Struktural Pemkab Kerinci

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos.M.Si, sore ini, Jum'at (17/4/2026), sekitar pukul 17:00…

19 jam ago

Usai Digenjot 6 Pria, Wanita PSK Meninggal di Kamar Hotel,Kepolisian Turunkan Penyidik 

Siasatinfo.co.id, Berita Viral - Kasus kematian tragis dialami seorang wanita berstatus sudah bersuami yang bekerja…

3 hari ago

Viral!! Ratusan Kemasan MBG Wilayah Kayu Aro Ditolak Siswa SMAN 7 Kerinci 

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Viral.!! Satu mobil box pengantar makanan bergizi gratis (MBG) wilayah Kayu…

4 hari ago

Bongkar Maraknya Modus Pungli SMAN 4, Kapolres Kerinci Diminta Turun Tangan 

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Gelagat buruk dan maraknya dugaan Pungli uang Komite dan perpisahan bagi…

1 minggu ago

Ketua Komite SMAN 4 Kerinci Himbau Seluruh Siswa Tidak Bayar Pungutan Uang Komite

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Pungutan Uang Komite Sekolah dan uang perpisahan di SMAN 4 Kerinci…

1 minggu ago

Pungli Uang Komite dan Uang Perpisahan di SMAN 4 Kerinci Resahkan Walimurid

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Gawat!! Tindakan semena-mena melakukan tindakan pungutan uang liar (Pungli) uang Komite…

1 minggu ago