Tragis! Wanita PRT Tewas Dianiaya Majikan, Bila Tak Suka Mending di Pecat Ketimbang Menyiksa Pembantu

Siasatinfo.co.id, Jakarta,- Sungguh kejam majikan ini, tega – teganya menganiaya pembantu dan menyiksa sampai 5 hari dikurung dalam toilet tanpa dikasih makan dan minum. Ironis lagi, majikan ini tak tau bahwa korban sudah tewas dalam kondisi hanya pakai celana dalam.

Kisah tragis seorang pembantu rumah tangga ( PRT ), diatas yang menjadi korban penyiksaan majikan hingga tewas kerap mengundang keprihatinan.Kekerasan itu dilakukan dengan menggunakan cobek, setrika, sekujur tubuh lebam, kepala hampir botak, gigi rontok.

Baru-baru ini kasus penyiksaan PRT hingga tewas kembali terjadi. Seorang PRT berinisial LN tewas setelah dikurung selama lima hari di dalam toilet tanpa diberi makan dan minum.

Informasi yang dikutip siasatinfo.co.id pada suar.com, seorang pembantu rumah tangga (PRT) di Pluit, Jakarta Barat, tewas setelah dikurung oleh majikannya selama lima hari dalam toilet.Yang mengenaskan, dia dikurung dalam kondisi tidak diberi makan sama sekali.

Setelah dilakukan penyelidikkan, ternyata alasanya sangat sepele. PRT 20 tahun berinisial LN itu tewas setelah dianiaya majikannya yang berinisial TVL di sebuah rumah kawasan Muara Karang, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

Menurut Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto, LN ditemukan tewas di toilet rumah majikannya, Senin (20/5) pukul 03.00 WIB.

Setelah dilakukan penyelidikan diketahui korban sering mendapatkan kekerasan fisik dari pelaku yang merupakan majikan perempuannya.

Menurut Budhi, sekujur tubuh korban ditemui luka lebam karena mendapatkan kekerasan dari pelaku.

Kekerasan itu dilakukan dengan menggunakan cobek, setrika, hingga tidak memberi makan korban selama 5 hari.

“Saat ditemukan korban berada di dalam kamar mandi hanya menggunakan pakaian dalam,” ujar Budhi.

“Itu korban sedang dihukum oleh pelaku di dalam toilet, tidak boleh keluar, dan tidak diberi makan selama 5 hari.”

Dia menambahkan, kondisi jenazah korban kurus dan ditemukan dengan rambut cepak karena digunduli oleh pelaku.

“Gigi yang rontok dan luka lebam merata disekujur tubuh,” beber Budhi.

Pihak kepolisian juga akan mencari tahu kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus penganiayaan tersebut.

“Kami masih akan lakukan penyelidikan untuk melihat kemungkinan adanya pelaku lain dalam peristiwa ini,” katanya.

Sebab, lanjut dia, ada ART lain di yang bekerja di rumah itu, dan kondisi fisiknya juga kurus.

“Nah kami akan melihat apakah ART itu juga disiksa dan alami tekanan atau tidak,” pungkas Budhi.

Budhi menyebutkan, alasan pelaku TVL menganiaya LN hingga tewas adalah karena korban disebut sering mengambil makanan dan uang receh secara diam-diam.

Selain itu, Budhi mengatakan penganiayaan juga sering dilakukan jika korban tidak mengerjakan pekerjaan sesuai keinginan tersangka.

“Kalau menyetrika baju tidak rapi, kemudian pelaku menyiksanya menggunakan setrika atau pun cobek,” ujar Budhi.

Berdasarkan keterangan Budhi, LN sudah bekerja 4 tahun di rumahnya.

Namun selama bekerja, ia tidak diizinkan sekali pun untuk pulang ke kampung halamannya.

“Korban ini asli Garut. Selama bekerja ia bahkan tak diberi izin untuk pulang ke rumah,” kata Budhi.

Pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku.

“Ya kami akan selidiki lebih lanjut (soal kejiwaan) pada pelaku. Namun sejauh ini, saat proses penyelidikan, pelaku dapat berkomunikasi dan menjawab pertanyaan petugas dengan lancar,” ungkap Budhi.

Dia memaparkan, penganiayaan terhadap LN sudah terjadi selama satu bulan.

Saat ini TVL ditahan di Polsek Penjaringan dan dikenai Pasal 44 Ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.(red).

Siasat Info.co.id

Recent Posts

Satu Rumah Permanen di Padang Jantung Kerinci Ludes Dilalap Api

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Musibah kebakaran terjadi pada sebuah rumah permanen di Desa Padang Jantung,…

2 hari ago

Dukung INGUB Jambi, Ormas GRIB Jaya Batanghari Aksi Sweeping Angkutan Batubara

Siasatinfo.co.id, Berita Batanghari - Puluhan orang anggotan Ormas GRIB JAYA DPC Kabupaten Batanghari gelar aksi…

2 hari ago

Habiskan Dana Rp 1,7 M, Proyek Rehab Anjungan Rumah Adat Kerinci Dinilai Mark Up, Dua Ikon Wisata Terbengkalai

Siasatinfo.co.id, Berita Jambi - Sarat dugaan penggelembungan harga bahan dan material yang berpotensi merugikan uang negara…

4 hari ago

MCP Pencegahan Korupsi Jambi, Kerinci Rangking Buncit, Lalu Apa Kinerja Inspektorat?

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Kelas pencegahan korupsi di 11 Kabupaten dan Kota se Provinsi Jambi…

5 hari ago

Sarat Korupsi, Rp 1,7 M Proyek Anjungan Rumah Adat Kerinci di Jambi Perlu Ditinjau Ulang 

Siasatinfo.co.id, Berita Jambi - Mencuat dugaan kecurangan pelaksanaan kerja Proyek Tender Revitalisasi Anjungan Rumah Adat…

7 hari ago

Aksi Demo Massa Warga Diareal PLTA Kerinci Lanjut Pemblokiran Jalan Nasional, Lalulintas Lumpuh!

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Pasca unjuk rasa Desa Pulau Pandan dan Karang Pandan di Areal…

1 minggu ago