Categories: DaerahJambiMerangin

Soal Box Culvert Desa Ulak Makam Merangin, Diduga Jadi Ladang Keuntungan Bendahara Desa

Siasatinfo.co.id, Berita Merangin – Pekerjaan fisik proyek Box Culvert berlokasi Desa Ulak Makam Kecamatan Tabir Ilir, Kabupaten Merangin diduga terjadi mark up anggaran dan jadi ladang keuntungan oknum bendahara Desa.

Pelaksanaan Item pembangunan tersebut, yakni pembangunan box culvert di RT 3 Desa Ulak Makam itu sarat korupsi. Bahkan proyek tersebut benar-benar tidak berguna dan jauh dari azas bermanfaat.

Berdasarkan informasi dari warga  setempat bahwa kegiatan tersebut diketahui dana untuk pembangunan box culvert ini bersumber dari anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun anggaran 2018 sebesar Rp 25 juta rupiah. Sedangkan volume pembangunan box culvertnya berkisar 5 meter.

“Pagu anggarannya cukup tinggi yakni mencapai Rp 25 juta yang sarat dengan mark up anggaran,”ujar salah satu warga.

Bukan hanya itu saja, pembelanjaan perkebunan desa hingga saat ini tidak ada kejelasannya.

Dengan adanya dugaan mark up anggaran serta proyek asal jadi ini tentu berdampak pada masyarakat Desa Ulak Makam. Ia yakin atas ulah oknum yang tidak bertanggung jawab atas pembangunan box culvert dinilai sangat merugikan masyarakat.

Warga Desa Ulak Makam berharap Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Inspektorat dan Tipikor Polres Merangin untuk menindaklanjuti dengan mengecek fisik langsung ke lokasi.

’Kami selaku masyarakat mengharapkan dinas pihak terkait untuk menindaklanjuti dugaan mark up anggaran box culvert yang dikerjakan asal jadi. Sebagai masyarakat tentu sangat dirugikan,’’ harap Warga.

Sementara itu, penjabat Kades Ulak Makam Hasan S. melalui Bendahara Desa Hendri enggan memberikan informasi pasti terhadap team Media ini. Dia mengatakan dengan kasar dan lantang itu bukan hak kamu.

“Kalo soal pemeriksaan kami telah selesai dengan Pak Pepda orang dari dinas Inspektorat. Kalau mau tanya silahkan tanya langsung ke Pepda,” kata Hendri terkesan berlindung dari oknum petugas Inspektorat.

Sementara menurut S 40 warga setempat  mengatakan anggaran pembangunan box culvert pihaknya meminta dengan tenaga ahli (TA) Kabupaten untuk menghitung ulang bangunan tersebut.

“Dengan ini kami sangat mengharapkan instansi terkait untuk ikut serta mengawasi kegiatan fisik yang ada di desa khususnya yang bersumber dari dana desa maupun alokasi dana desa,’’ ujar Mulyono.

Sebab waktu itu Hendri adalah selaku TPK Proyek. Kemudian Hendri menjabat sebagai bendahara dan akan bertarung di Pilkades mendatang.

Dengan tingkah arogan Hendri selaku bendahara Desa, sontak saja warga minta jangan sampai salah pilih calon Kades.

“Seperti Hendri ini, selain arogan dio juga diduga otak pengolahan proyek asal jadi yang ada di desa ulak makam,” terang Warga. (Bayhakie)

Siasat Info.co.id

Recent Posts

Menapaki Jenjang Pendidikan Baru, Siswa-Siswi SD Negeri 253 Bangko Resmi Dilepas

Siasatinfo.co,id Berita Merangin - Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti acara pelepasan siswa-siswi kelas VI…

7 jam ago

Terciduk Kamera, Buangan Sampah MBG Siulak Tuai Sorotan Miring Warga Pasar Senin

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Mulai menuai sorotan miring publik terkait pembuangan sampah di lokasi belakang…

1 hari ago

Kapolres Kerinci Berang! Tindak Kendaraan Lansir dan Larang Bekingan, Antrian Modus Cuan BBM Ilegal

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Penyebab dan pemicu dari kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) Subsidi maupun Non…

2 hari ago

Tender Proyek RSUD Kerinci Bukit Tengah Rp137,5 M Sudah Kelar, PT PP Urban Segera Kerja

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Perjuangan gigih seorang deklarator dengan slogan sang "Pejuang Petani" dipimpin Bupati…

3 hari ago

Kepsek Almiadi Bantah Ada Pungutan Uang Guru Sertifikasi di SMPN 5 Kerinci

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Setelah santer kepermukaan tentang pungutan uang usulan bahan untuk pencairan dana…

2 minggu ago

Usai Heboh Guru Sertifikasi Dipungli Ratusan Ribu, Kepsek SMPN 5 Kerinci Bertameng Surat Pernyataan 

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Usai mencuat modus pungutan liar uang pengurusan bahan sertifikasi 25 orang…

2 minggu ago