Sidang Suap Berjamaah Ketok Palu RAPBD Jambi, Saksi Asiang Sebut 5 Rekanan Kakap Belum Tersentuh KPK Termasuk Andi Yusuf

Siasatinfo.co.id, Berita Jambi – Kasus suap berjamaah uang ketok palu RAPBD tahun 2017 – 2018 menyeret 52 orang tersangka termasuk anggota dan ketua DPRD Provinsi Jambi masih bergulir, Lima kontraktor kakap sepertinya akan dibidik KPK RI karena kesaksian pengusaha Asiang depan Hakim Tipikor.

Diketahui, sejauh ini hanya ada dua kontraktor kakap saja yang tersentuh komisi pemberantasan korupsi (KPK) yaitu, Yoe Fandi Yoesman alias Asiang dan Paut Syakarin.

Sementara sejumlah deretan kontraktor papan atas yang juga terlibat langsung sebagai donatur suap uang ketok palu masih berkeliaran dan melenggang tanpa belum tersentuh oleh KPK.

Dikarenakan kontraktor kakap kasus suap uang ketok palu RAPBD 2018 Jambi, belum juga tersentuh hukum tentu menjadi tanda tanya besar, kapan Lima Kontraktor yang juga sebagai donatur diseret ke meja hijau Hakim Tipikor.

Diantara 5 kontraktor kakap disebut Andi Putra Wijaya, alias Andi Yusuf, Direktur Utama PT. Air Tenang, Air Hangat Semurup, Kabupaten Kerinci Jambi.

Selain Andi Putra Wijaya yang belum tersentuh hukum oleh komisi anti rasuah itu, yakni Ali Tonang Alias Ahui Direktur PT Chalik Suleiman, Norman Robert, Rudy Lidra Amidjaja Direktur Utama PT. Rudy Agung Laksana dan Kendrie Aryon Alias Akeng Direktur Utama PT Perdana Lokaguna.

Bahkan selain Lima Kontraktor Kondang belum tersentuh hukum, tangan kanan mantan Gubernur Zumi Zola yaitu, Asrul Pandapotan Sihotang, saat suap uang ketok palu 2018 juga belum tersentuh.

Kasus suap ini terlibat juga dari kalangan ASN jempolan seperti Adi Varial Kadis Perhubungan dan Dodi sebagai kadis PU, keduanya masih melenggang juga.

Padahal di Fakta persidangan selama ini, mereka sudah mengakui memberikan uang ke orang kepercayaan Zumi Zola saat menjabat Gubernur Jambi dengan dalih mendapatkan Proyek dari pemerintah Provinsi Jambi.

Kini kembali mencuat saat Yoe Fandi Yoesman alias Asiang ketika bersaksi untuk terdakwa Kusnindar.

Dia (Asiang-Red) menyebutkan kenapa baru dia saja yang dihukum, pasalnya banyak rekanan kontraktor yang juga memberikan uang.

“Saya memang sudah bebas, tapi kenapa baru saya yang dihukum, apakah yang lain itu tidak salah dimata hukum.

“Dalam kasus ini saya memang salah, tapi yang lain harus tanggung jawab juga, mereka juga kan dapat proyek dari pak Gubernur,” ungkap Asiang meminta agar penegak hukum mengadili 5 kontraktor kondang yang masih melenggang.(Al/Ded/Red)

Siasat Info.co.id

Recent Posts

Usai Mundur Dari Jampidsus, Febrie Resmi Tersangka, Selain 74 Kg Emas, Polri Sita Rp. 476 M

Siasatinfo.co.id, Berita Nasional - Bongkar tiga kasus korupsi yang akhirnya berujung tersangka melibatkan Jampidsus Febrie…

5 hari ago

Mencuat lagi, Kades Sungai Rumpun Terlilit Dugaan Korupsi DD dan Penggelapan Dana Bumdes

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Tidak hanya kasus dugaan Pungli Sertifikat Tanah dan mengelola penuh tanah…

1 minggu ago

Lucu!! Proyek BWSS VI Rp 12,9 M Dikerjakan PT Ponjen Emas di Sungai Batang Merao Kerinci Cuma Tanggul Karung

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Aneh dan lucu penampakan pekerjaan konstruksi proyek pembangunan tanggul dan normalisasi untuk…

1 minggu ago

Belum Usai Pungli Sertifikat,Terungkap Tanah Kas Desa Dikuasi Kades Herman

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Setelah terungkap dugaan Pungli Sertifikat Tanah dan pemalsuan dokumen kepemilikan hak atas…

2 minggu ago

Korupsi MBG, Kejagung Tetapkan Jenderal Bintang Satu Polisi Jadi Tersangka Ketujuh

Siasatinfo.co.id, Berita Nasional - Lagi, Kejaksaan Agung Republik Indonesia membongkar keterlibatan pejabat teras dalam pusaran…

2 minggu ago

Kisaran Rp18 M Gaji 13 ASN Pemkot Sungai Penuh Molor, Kinerja Sekda Dipertanyakan ASN

Siasatinfo.co.id, Berita Sungai Penuh -  Hingga hari ini Kamis ( Tanggal 2 Juli 2026) Ribuan…

2 minggu ago