Daerah

Ratusan Juta Dana Bos SMAN 4 Kerinci Sarat Korupsi, Uang Komite Raib Seret Nama Kepsek

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci – Setelah heboh disoroti tentang dugaan pembengkakan dan penyelewengan pada laporan realisasi dana bantuan operasional sekolah (BOS) anggaran tahun 2025 yang berpotensi merugikan keuangan negara, kini muncul soal oknum guru berbisnis Buku LKS berkedok koperasi.

Kejadian heboh ini terjadi di SMA Negeri 4 Kerinci, Desa Tutung Bungkuk, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi yang sontak menuai buah bibir netizen dan publik.

Bahkan beberapa Walimurid minta agar kasus beraroma Pungli, berupa  pungutan uang Komite, Bisnis LKS, Bisnis Baju Seragam Siswa, harus diusut Penegak Hukum dari Kejaksaan secara tuntas.

Berdasarkan sumber informasi kepada Siasatinfo.co.id mengungkapkan, ada kejanggalan laporan realisasi dana BOS yang berpotensi terjadinya korupsi pada  masing-masing Pos Kegiatan yang menyeret nama Nelly Afrianty selaku Kepsek dan penanggungjawab anggaran.

“Biaya Pengembangan Perpustakaan sebesar Rp. 236.968.000, (Rp.236,96 Juta), uang ratusan juta untuk perpustakaan sangat dicurigai aliran dananya terjadi Mark Up.

Apa yang sudah diperbuat dengan dana ini, apakah ada menambah buku? Dan apakah ada penambahan ruangan pustaka dan bagaimana bentuk barang yang dibeli di perpustakaan.”

“Ini kan bisa dilakukan pengecekan di sekolah oleh penegak hukum, dalam kantor perpustakaan buku apa saja yang dibeli sesuai kurikulum. Jangan-jangan pos dana BOS ini hanya fiktif,”Ujarnya.

Lebih menonjol lagi, bisnis buku LKS masih tetap saja diperjualbelikan kepada Siswa dengan keuntungan penjualan hampir ratusan juta.”

“Buku LKS dijual dengan berkedok koperasi sekolah, namun tidak satupun diantara guru yang anggota koperasi tau laporan keuntungan diperoleh.

Guru yang langsung terlibat melakukan penjualan buku LKS disekolah adalah Buk Elira dan Buk Delpina. Siswa wajib membelinya 14 LKS dengan harga per buku Rp.15 Ribu, total Rp.210 Ribu per Siswa,”ungkap sumber lingkungan sekolah.

Kabar diperoleh modal per LKS hanya Rp 6000, untung dari guru penjualan per satu LKS sebesar Rp. 9000, dikalikan 14 LKS = 126.000,-

Lalu Rp.126 Ribu kalikan jumlah siswa SMAN 4 sekitar 779 = Rp.98.154.000, ini nyata-nyata bisnis sekelompok oknum guru yang harus diperiksa aparat hukum dari Kejaksaan Negeri dan Kejati Jambi.

Dikatakan sumber lagi, selain dugaan lahan bisnis haram buku LKS yang diduga Pungli, beberapa Pos Kegiatan BOS juga terdapat dugaan korupsi karena tumpang tindih penyaluran Uang Komite dan BOS.

Seperti biaya pada pos kegiatan belajar dan ekstrakurikuler sebesar Rp.72.057.500, (Rp.72 Jutaan), alirannya dipertanyakan karena kegiatan ekstra seperti Pramuka, PMR, Sispala dan lainnya sudah dibiayai oleh komite.  jika dibiayai oleh dana Bos, untuk apa dipungut komite.

Kemudian biaya pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah sebesar Rp. 69.532.000.( Rp.69,53 Juta) dicurigai sebagai lahan korupsi Kepsek dan Kroninya.

“Terbukti tembok belakang yang sudah pecah cuma bisa ditutup dengan seng bekas. Bangku siswa banyak yang tidak layak pakai masih tetap terbengkalai tanpa perbaikan.

Pembayaran honor sebesar Rp. 86.540.000, (Rp 86,54 juta) dipertanyakan karena honor guru dikeluarkan dari uang komite.”

“Kalau dari dana BOS untuk apa dipungut komite, atau semua honor dibayarkan dari dana BOS dan Komite tentu akan terjadi laporan fiktif antara BOS dan Komite,”ungkap sumber.

Muncul juga untuk dana pustaka dan pojok baca dikeluarkan dari dana BOS 2024 sampai tahap 1 2025 lebih dari Rp.500 juta, sementara LKS tetap saja diperjualbelikan di sekolah.

Hingga sekarang para guru setempat masih dipertanyakan pungutan uang komite akhir tahun 2024 yang raib saat dikelola awal tahun 2025 oleh Kepsek Nelly Afrianty.

“Ketika ditanya kemana sisa uang Komite yang dipungut akhir 2024 dan dicairkan 2025, Kepsek Nelly selalu berdalih belum ter pungut pengurus komite,”ucap sumber.

Namun hingga berita dilansir, mantan Kepsek SMAN 4, Purnawadi, S. Pd. M.Pd, belum diperoleh keterangannya terkait raibnya uang komite di akhir tahun 2024 saat transisi seret namanya dan Kepsek Nelly Afrianty. *(Mul/Dpa)

Siasat Info.co.id

Recent Posts

Terkait Kasus Dugaan Pengeroyokan Di PT DMP, Ini Kata Kapolsek Maro Sebo Ulu

Siasatinfo.co.id, Batanghari – Dua perkara hukum yang saling berkaitan, yakni dugaan pencurian buah sawit milik…

2 hari ago

Bupati Merangin H M Syukur Lantik 8 Orang Pejabat Eselon II

Siasatinfo.co.id Berita Merangin – Bupati Merangin, H. M. Syukur, SH, MH, resmi melantik delapan pejabat…

6 hari ago

Oknum Sekdes Jadi Mafia Emas, Edaran Bupati Merangin Tolak PETI Terkesan Dikangkangi

Siasatinfo.co.id, Berita Merangin - Aktivitas penampungan dan pengolahan emas hasil tambang tanpa izin (PETI) milik…

2 minggu ago

Heboh, Oknum Guru SMKN 3 Tanjabtim Jambi Dikeroyok Puluhan Siswa

Siasatinfo.co.id, Berita Tanjabtim - Viral beredar sebuah video rekaman seorang guru jadi bulan-bulanan pemukulan dan…

3 minggu ago

Injak SK Penetapan Tenaga Penyuluh Saat Ultah 58 Kadis TPH Kerinci, Radium Halis Diremehkan Bawahan

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Parah!! Di hari Ulang Tahun ke 58 Radium Halis, kini masih…

3 minggu ago

Sesuai Visi Misi Monadi, 5 Unit Mobil Sampah Diserahkan Bupati Kerinci di 5 Kecamatan 

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci – Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si, didampingi Wakil Bupati Kerinci H. Murison,…

3 minggu ago