Daerah

Pungli Kibuli Publik, Kadis Pendidikan Merangin Diminta Copot Kepsek SDN 104 Rantau Panjang Tabir

Siasatinfo.co.id Berita Merangin – Diduga Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 104 Rantau Panjang kibuli publik melalui media terkait pungutan uang perpisahan siswa kelas VI yang berbau Pungli dengan dalih ada hasil mufakat para Wali Murid.

Terhadap kasus beraroma pungli ini, Kepala Dinas Pendidikan (Kadis) Kabupaten Merangin Honizor, S.Pd, diminta agar segera mencopot Hartini dari Jabatan yang selama ini dinilai tidak mendidik.

Jawaban Kepsek SD Negeri 104 Rantau Panjang terkait dugaan pungutan uang perpisahan sebesar Rp.150/Siswa Kelas VI kepada wartawan, patut diduga merupakan pernyataan bohong untuk di publikasikan ke media yang berpotensi dapat merusak nama baik dunia pendidikan.

Sebab, pendidikan bertujuan mencerdaskan anak bangsa, bukan berbohong apalagi mendidik dengan cara pungli. Ini sebuah perilaku buruk yang tidak patut di cerminkan di sekolah.

Pada Selasa , 6/5/25 kepada Media ini Kepsek SD Negeri 104 mengatakan, “Sekolah atau Kepala Sekolah tidak ada memungut uang perpisahan sejumlah Rp 150 ribu.

“Musyawarah kegiatan perpisahan Kelas VI hanya dilaksanakan oleh wali murid saja. Sementara untuk undangan tertanggal 25 April tersebut khusus untuk wali murid kelas VI itu hanya undangan Pemutakhiran Data Siswa,” kata Hartini melalui pesan WhatsApp (WA).

Dugaan Pernyataan atau jawaban bohong yang diberikan Kepsek SDN 104 ini terungkap ketika salah seorang Siswa Kelas VI mengatakan, bahwa ia dan beberapa teman kelasnya sudah ada yang membayar untuk uang perpisahan, selanjutnya tidak pernah ada dilakukan rapat pemutakhiran data.

Masih keterangan sumber, di SDN 104 ini bukan hanya uang perpisahan saja yang di pungut. Bahkan untuk membeli pompa air saja pihak sekolah minta ke murid.

“Kalau iuran untuk pembangunan Musholla ya kita tidak permasalahkan, anggap saja kami orang tua beramal. Kalau selain itu kami nilai Kepsek mencari ke untungan pribadi di atas jabatannya.

Coba saja misalnya 30 ribu per siswa diminta untuk beli pompa air, kalau semua siswa kls I sampai VI di kenakan, kan sudah jutaan rupiah tu harga pompa airnya,” terang sumber bernada kesal.

Menanggapi hal ini, melalui media ini warga sekaligus wali murid meminta Kadis Pendidikan Merangin untuk segera mencopot Hartini dari Kepala Sekolah SDN no 104 Rantau Panjang Tabir.

“Copot dan / atau bebas tugaskan Kepsek SDN 104 Rantau Panjang Tabir karena diduga sengaja memberikan jawaban yang tidak benar alias berbohong untuk dimuat ke dalam isi pemberitaan,” tandasnya.(Bay)

Siasat Info.co.id

Recent Posts

Heboh, Oknum Guru SMKN 3 Tanjabtim Jambi Dikeroyok Puluhan Siswa

Siasatinfo.co.id, Berita Tanjabtim - Viral beredar sebuah video rekaman seorang guru jadi bulan-bulanan pemukulan dan…

2 hari ago

Injak SK Penetapan Tenaga Penyuluh Saat Ultah 58 Kadis TPH Kerinci, Radium Halis Diremehkan Bawahan

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Parah!! Di hari Ulang Tahun ke 58 Radium Halis, kini masih…

3 hari ago

Sesuai Visi Misi Monadi, 5 Unit Mobil Sampah Diserahkan Bupati Kerinci di 5 Kecamatan 

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci – Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si, didampingi Wakil Bupati Kerinci H. Murison,…

5 hari ago

Menguap, Ruang Bendahara PUPR Kerinci Sarang Pungli Merecoki Kontraktor 

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Hiruk pikuk permainan kotor dugaan segepok uang pelicin guna pengurusan pencairan…

5 hari ago

PPK BPJN II Jambi Akui Ada Kendala Konstruksi Proyek Strategis Nasional Batu Hampar – Siulak Deras di Kerinci

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Pelaksanaan pekerjaan Proyek Strategis Nasional yakni Perbaikan Ruas Jalan Batu Hampar -…

1 minggu ago

AKBP Ramadhanil Jabat Kapolres Kerinci Gantikan AKBP Arya Tesa Brahmana

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Hari ini, Jum'at (09/01/2026) Kapolres Kerinci yang semula dijabat oleh AKBP…

1 minggu ago