Adrian, Kabid Pemdes Pemkab Kerinci. Media Siasat Info
Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci – Usai pemilihan Kepala Desa serentak di Kabupaten Kerinci dua hari lalu, Selasa 6 April 2021, kisruh mulai mencuat dan heboh dibicarakan, bahkan berbagai sindiran postingan facebook uang siraman minta dikembalikan.
Lebih parah lagi, di kampung kelahiran Bupati Adirozal, Desa Koto Beringin, Kecamatan Siulak Kabupaten Kerinci, selain bermandikan uang siraman, diduga kuat ada intervensi oknum pejabat penting dari lingkungan Dinas PMD untuk memilih Cakades nomor urut 3.
Ironisnya, selain nama Kabid Pemdes Adrian disebut – sebut, Kadis PMD Syahril Hayadi turut disebut. Sedangkan nama Alpianto selaku Kabid di Dinas Perindag Kerinci, disebut sebagai pendana Cakades nomor urut 3.
Informasi berhasil dihimpun Siasatinfo.co.id, Rabu malam, (8/4/21) sekitar pukul 22:30 wib, menyebutkan bahwa ada intervensi Adrian selaku Kepala Bidang Pemerintahan Desa kepada pihak Panitia Pilkades dan semua Perangkat Desa Koto Beringin.
“Di Koto Beringin Adrian selaku Kabid Pemdes malah ikut campur menekan semua perangkat desa untuk memilih Calon nomor 3.
“Perangkat desa dikumpulkan Adrian di sebuah Cafe, mereka ditekan harus bawa orang setidaknya 5 orang dan bayar uang siraman Rp 400 ribu.
“Jika mereka para perangkat desa tidak mau turut memenangkan Calon nomor 3, mereka yang masih duduk sebagai perangkat desa akan diberhentikan,”ungkap sumber siasatinfo.co.id.
Diungkapkan sumber lagi, selain Adrian Kabid Pemdes, Alpianto Kabid di Dinas Perindag turut membiayai uang penyiraman guna memenangkan nomor urut 3.
Senada dengan tersebut, intervensi seorang Kabid Pemdes Adrian ini pun diakui oleh salah satu perangkat desa yang namanya tidak disebut, “Kami Staf Desa dan Panitia disuruh menghadap Adrian.
“Pertemuan disalah satu cafe, kami diperintah mengadakan 5 suara untuk Calon Nomor urut 3.
“Mestinya ASN beserta para perangkat desa harus netral, bukan malah merusak demokrasi Pilkades dan memalukan,”ungkapnya.
Lucunya, diperoleh kabar sejak semalam para Cakades yang kalah malah bersatu mengumpulkan data – data kemana arah uang siraman.
“Uang siraman yang sudah diberikan ke peserta pemilih ditarik lagi. Ya, ada juga yang mau mengembalikan uangnya,”ujar sumber siasatinfo.co.id sambil ketawa.
Hingga berita ini dipublish, belum diperoleh keterangan dari Kabid Pemdes Pemkab Kerinci, terkait intervensinya terhadap Panitia Pilkades dan semua Perangkat Desa Koto Beringin.(Dfi/Red).
Siasatinfo.co.id, Berita Sungai Penuh -Makin terkuak!! kekacauan management keuangan senilai miliaran diperuntukkan sebagai jasa pelayanan…
Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Proyek bangunan rehab gedung SMPN 25 Kerinci lokasi Desa Pelompek, Kecamatan…
Siasatinfo.co.id, Berita Sungai Penuh - Mencuat kepermukaan dugaan penyalahgunaan realisasi keuangan terkesan sengaja ditilap dan…
Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Pelaksanaan konstruksi proyek rehabilitasi untuk kegiatan pembangunan SMP Negeri 25 Kerinci…
Siasatinfo.co.id, Berita Sungai Penuh - Kejutkan warga karena ditemukan seorang suami masih muda sudah tak…
Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Lagi, Tim Pemenangan untuk berjuang mati-matian guna memenangkan pasangan Monadi-Murison dua tahun…