Ini Penyebab GalianC di Jangkat Timur Aman, Dinas LH Merangin Bungkam dan Aparat Pun Tutup Mata

Siasatinfo.co.id Berita Merangin – Penambangan Pasir dan Batu (Sirtu) diduga tanpa izin belakangan ini marak ditemukan di daerah hulu Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.

Pelaku GalianC sepertinya leluasa melanggar izin usaha pertambangan agar kerusakan alam semakin parah. Mereka bisa aman beroperasi diduga pihak terkait seperti Dinas LH Pemkab Merangin Bungkam dan Aparat Penegak Hukum Pun seakan-akan tutup mata.

Dugaan GalianC ilegal beroperasi di kawasan sekitar bawah Jembatan Sungai Rian Desa Tanjung Benuag, Kecamatan Jangkat Timur, Kabupaten Merangin -Jambi ini seakan kebal hukum.

Dari hasil investigasi Siasatinfo.co.id, Minggu (2/4/23), tidak hanya kerusakan lingkungan yang disorot, namun keberadaan tambang ilegal yang tidak memiliki IUP OP ini terkesan pembiaran oleh Pemkab Merangin.

Parahnya, penggerusan dasar aliran sungai (DAS) guna pengerukan Sirtu dalam Sungai dilakukan di area jembatan Rian Desa Tanjung Benuag, yang akhirnya berakibat fatal dan dapat meruntuhkan jembatan penghubung bagi masyarakat umum di Kecamatan Jangkat Timur.

Patut diduga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Merangin hingga saat ini belum bergerak. Dan sejumlah pejabat di dinas tersebut, bak buang handuk terhadap tugas dan tanggung jawabnya melakukan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi memperparah kerusakan lingkungan begitu juga dengan APH di Polsek Jangkat.

Terpisah, Warga setempat menyebutkan bahwa, Aktivitas Penambangan Pasir Batu tersebut untuk proyek Provinsi Jambi di bawah Naungan DPUPR Provinsi Jambi.

“Untuk pekerjaan fisik betonisasi ruas Jalan Rantau Suli ke Koto Tapus Kecamatan Jangkat Timur, materialnya diambil dari daerah sini.

Sepanjang pelaksanaan proyek, material bersumber di wilayah sini. Kami pun juga tidak tau ini legal ataupun ilegal.

Dikonfirmasi terpisah, Kades Tanjung Benuag, Minggu 2/4/23 Sore sekitar 18: 50 WIB di rumahnya malah berdalih tidak mengetahuinya.Ia mengaku tidak mengetahui dan menangani masalah aktivitas tambang Sirtu yang diduga ilegal.

“Bukan saya yang tangani, itu kontraknya dengan kades lama. Mungkin kontraknya dengan Desa selama 4 tahun,” ucap Kades.

Lanjutnya, kalau semasa saya pihak perusahaan hanya mengadakan lampu jalan saja. Kalau dengan saya belum ada komitmen apapun,” ucap Kades Santai sambil makan. (By)

Siasat Info.co.id

Recent Posts

Usai Mundur Dari Jampidsus, Febrie Resmi Tersangka, Selain 74 Kg Emas, Polri Sita Rp. 476 M

Siasatinfo.co.id, Berita Nasional - Bongkar tiga kasus korupsi yang akhirnya berujung tersangka melibatkan Jampidsus Febrie…

6 hari ago

Mencuat lagi, Kades Sungai Rumpun Terlilit Dugaan Korupsi DD dan Penggelapan Dana Bumdes

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Tidak hanya kasus dugaan Pungli Sertifikat Tanah dan mengelola penuh tanah…

1 minggu ago

Lucu!! Proyek BWSS VI Rp 12,9 M Dikerjakan PT Ponjen Emas di Sungai Batang Merao Kerinci Cuma Tanggul Karung

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Aneh dan lucu penampakan pekerjaan konstruksi proyek pembangunan tanggul dan normalisasi untuk…

1 minggu ago

Belum Usai Pungli Sertifikat,Terungkap Tanah Kas Desa Dikuasi Kades Herman

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Setelah terungkap dugaan Pungli Sertifikat Tanah dan pemalsuan dokumen kepemilikan hak atas…

2 minggu ago

Korupsi MBG, Kejagung Tetapkan Jenderal Bintang Satu Polisi Jadi Tersangka Ketujuh

Siasatinfo.co.id, Berita Nasional - Lagi, Kejaksaan Agung Republik Indonesia membongkar keterlibatan pejabat teras dalam pusaran…

2 minggu ago

Kisaran Rp18 M Gaji 13 ASN Pemkot Sungai Penuh Molor, Kinerja Sekda Dipertanyakan ASN

Siasatinfo.co.id, Berita Sungai Penuh -  Hingga hari ini Kamis ( Tanggal 2 Juli 2026) Ribuan…

2 minggu ago