Daerah

Heboh! Usai MTQ 51 Merangin Tabir Barat, Ribuan Bungkus Nasi Masih Nunggak, Anggaran MTQ Masuk Kantong Siapa?

Siasatinfo.co.id, Berita Merangin – Ajang Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Ke 51 pada tingkat Kabupaten Merangin yang baru saja berakhir di Desa Kibul,  Kecamatan Tabir Barat sontak menjadi heboh dan menuai sorotan miring publik.

Pasalnya, usai MTQ itu kini meninggalkan catatan pahit di balik euforia kemenangan Kecamatan Tabir Barat yakni, sebagai juara umum dengan raihan nilai 353.

Lucunya, kegembiraan tersebut ternoda oleh permasalahan serius yang hingga kini belum terselesaikan tunggakan pembayaran kepada penyedia jasa nasi bungkus. Lalu anggaran konsumsi masuk kantong siapa?

Informasi diperoleh Siasatinfo.co.id, Sabtu (14/6/2025), total tunggakan sekitar 2.640 bungkus nasi yang telah disiapkan untuk kebutuhan peserta MTQ belum dibayarkan oleh Pemerintah Kabupaten Merangin.

Tentu saja, menimbulkan pertanyaan besar mengenai transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran dalam penyelenggaraan MTQ yang seharusnya menjadi ajang suci dan penuh berkah.

Dilansir dari mitra media ini, Media Online Satukomdo.com bahwa, Ketidakmampuan Pemerintah Kabupaten Merangin untuk memenuhi kewajibannya terhadap penyedia jasa ini, merupakan bukti nyata ketidakseriusan dan kurang profesionalnya manajemen anggaran.

Yang jadi pertanyaan, apakah dana yang dialokasikan untuk MTQ telah dikelola dengan efisien dan efektif?

Bahkan anehnya, anggaran untuk kembang api dan berbagai pernak-pernik acara lainnya tampaknya lancar terbayarkan.

Sementara kebutuhan pokok peserta seperti konsumsi justru diabaikan. Ini menunjukkan adanya prioritas yang salah dan menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap para penyedia jasa yang telah berjasa menyukseskan acara tersebut.

Kekecewaan dan keresahan yang dirasakan oleh penyedia jasa nasi bungkus bukan hanya masalah finansial semata, melainkan juga merupakan pukulan telak terhadap kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah Kabupaten Merangin.

“Bagaimana mungkin pemerintah yang seharusnya menjadi contoh teladan dalam kejujuran dan tanggung jawab, justru lalai dalam memenuhi kewajibannya.

Peristiwa ini menunjukkan adanya celah besar dalam sistem pengelolaan keuangan daerah yang perlu segera diperbaiki dan dipertanyakan.”

“Tentunya kepercayaan publik yang telah lama dibangun terancam runtuh akibat ketidakmampuan pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan sederhana ini,”ujarnya sumber.

Tindakan tegas dan perbaikan sistem yang transparan harus segera dilakukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa dan mengembalikan kepercayaan masyarakat.

Ketidakmampuan membayar konsumsi peserta MTQ, sementara anggaran untuk kembang api terpenuhi, merupakan bukti nyata adanya penyimpangan anggaran yang harus diusut tuntas.(By)

Siasat Info.co.id

Recent Posts

Kepsek Almiadi Bantah Ada Pungutan Uang Guru Sertifikasi di SMPN 5 Kerinci

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Setelah santer kepermukaan tentang pungutan uang usulan bahan untuk pencairan dana…

7 hari ago

Usai Heboh Guru Sertifikasi Dipungli Ratusan Ribu, Kepsek SMPN 5 Kerinci Bertameng Surat Pernyataan 

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Usai mencuat modus pungutan liar uang pengurusan bahan sertifikasi 25 orang…

1 minggu ago

Abdul Lazik Enggan Balikin Uang Hasil Pungli Penerimaan Honorer, Uang Anak Yatim Disikat

Siasatinfo.co.id, Berita Merangin - Meski sudah ada desakan dan dugaan bukti adanya pungutan liar, Mantan…

2 minggu ago

Rapat KONI Kerinci Untuk Persiapan Kejurkab 2026 Dipimpin Langsung Ketua Nafrizal

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kerinci menggelar rapat persiapan pelaksanaan…

2 minggu ago

Bupati Merangin Didesak Beri Sanksi Kadis Sosial Ganti Rugi Korban Pungli

Siasatinfo.co.id Berita Merangin - Dugaan penyimpangan dalam jabatan eks Kepala  Dinas Pemadam Kebakaran Merangin pada…

2 minggu ago

Detik-Detik Kyai Cabul Pati Diangkut ke Penjara Nusakambangan Disorot Kilauan Kamera Pers

Siasatinfo.co.id, Berita Viral - Sesuai kata pepatah, kelakuan buruk akan dapat perlakuan buruk pula. Begitu…

2 minggu ago