Soal Hibah Rp.2 Triliun, Indonesia Police Watch Desak Menkopolhukam Tegur Kapolri

Siasatinfo.co.id, Nasional – Terkait soal sumbangan Rp. 2 Triliun dana hibah yang dianggap pepesan kosong alias bodong oleh Heriyanti Putri Akidi Tio hingga kini masih berpolemik dan berbuntut panjang.

Sumbangan bodong Rp 2 T itu selain bikin gaduh juga menuai sorotan dari Indonesia Police Watch (IPW) yang saat ini mulai angkat bicara.

Tak ayal, polemik dana hibah ini ditindaklanjuti Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso mendesak Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD untuk menegur Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. IPW meminta kasus dana hibah bodong Rp 2 triliun dituntaskan secara profesional.

“Masyarakat ini menunggu langkah internal Polri pasca pemeriksaan Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri yang diperiksa tim dari Itwasum dan Propam Polri,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (19/8/2021).

Menurut IPW, menkopolhukam yang juga menjabat sebagai ketua kompolnas harus memberikan masukan kepada Kapolri untuk menjatuhkan sanksi disiplin dan administrasi bagi pejabatnya yang terlibat dalam kebohongan publik dan membuat kegaduhan di masyarakat. Selain itu, tentu saja menuntaskan kasus dana hibah bodong Rp 2 triliun ke ranah pidana.

Ia tidak menampik, Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri memang sudah meminta maaf kepada masyarakat luas karena tidak hati-hati. Namun, kini masyarakat menunggu kelanjutan kasus Heriyanti atas kebohongan, kegaduhan, dan penipuan yang dilakukannya.

“Sampai sekarang, Polda Sumsel masih membungkam Heriyanti dan belum memberikan keterangan sedikit pun ke publik apakah dia memiliki duit atau tidak,” ucapnya.

Selama ini, masyarakat hanya tahu dari PPATK jika Heriyanti tidak memiliki uang senilai Rp 2 triliun yang akan disumbangkan untuk penanganan Covid-19 di Sumatera
Selatan.

Kendati begitu, Polda Sumsel belum juga menetapkan status Heriyanti. Sejak digelandang ke Mapolda pada 2 Agustus 2021, Heriyanti hanya sebagai saksi.

Padahal, pasal 263 KUHP telah cukup jelas untuk menjerat Heriyanti yang telah memalsukan bilyet giro Rp 2 triliun melalui Bank Mandiri ketika uangnya tidak cair.

Atas perbuatannya Heriyanti juga bisa dijerat pasal 14 Undang-Undang 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana karena membuat berita bohong yang membuat keonaran ditengah-tengah masyarakat umum.(Ynr/red)

Siasat Info.co.id

Recent Posts

Makin Terkuak! Miliaran Uang Jasa Karyawan RSUD Mayjen H A Thalib Raib Seret Nama Dua Direktur

Siasatinfo.co.id, Berita Sungai Penuh -Makin terkuak!! kekacauan management keuangan senilai miliaran diperuntukkan sebagai jasa pelayanan…

2 hari ago

Aneh!! Kepsek Sembunyikan Gambar Kerja, Pekerja Proyek Miliaran SMPN 25 Kerinci Linglung

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Proyek bangunan rehab gedung SMPN 25 Kerinci lokasi Desa Pelompek, Kecamatan…

3 hari ago

Miliaran Jasa Pelayanan Karyawan RSUD Mayjen H.A Thalib Sungai Penuh Ditilap, Eks Direktur Terseret

Siasatinfo.co.id, Berita Sungai Penuh - Mencuat kepermukaan dugaan penyalahgunaan realisasi keuangan terkesan sengaja ditilap dan…

4 hari ago

Proyek Bantuan Kemendikdasmen Rp.1,1 M di SMPN 25 Kerinci Cacat Konstruksi, Kepsek Bungkam 

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Pelaksanaan konstruksi proyek rehabilitasi untuk kegiatan pembangunan SMP Negeri 25 Kerinci…

5 hari ago

‎‎‎Miris! Pria Sumur Anyir Kota Sungai Penuh Ditemukan Tak Bernyawa Gantung Diri 

Siasatinfo.co.id, Berita Sungai Penuh - Kejutkan warga karena ditemukan seorang suami masih muda sudah tak…

6 hari ago

Tim Kecolongan, Proyek TD PUPR Kerinci Dikerjakan CV Gibran Akbar Ternyata Lawan Politik

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Lagi, Tim Pemenangan untuk berjuang mati-matian guna memenangkan pasangan Monadi-Murison dua tahun…

1 minggu ago