Selain Dipecat, 11 Oknum Polisi Kasus Narkoba Tanjung Balai Terancam Hukuman Mati

Siasatinfo.co.id, Tanjung Balai  – Rusak nama baik institusi Kepolisian, 11 orang anggota Polisi terlibat kasus bandar narkoba di Tanjung Balai itu, selain dipecat dan lepas baju seragam, ke 11 oknum Polisi akan terancam hukuman mati

Sebab, seorang aparat penegak hukum harus sebagai contoh masyarakat, bukan sebaliknya mempertontonkan kelakuan tindak kriminalitas.

Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Kapolda Sumut (tengah), Dirkrimsus Polda Sumut, John Carles Edison Nababan (kiri) dan Dirkrimum Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja (kanan) di hotel Santika, Medan, Kamis (7/10/2021).

Selanjutnya, Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak menegaskan akan memecat 11 anggotanya yang terlibat dalam peredaran narkoba di Tanjung Balai.

Dia menekankan tak ada ampun bagi anggota Polri di jajaran Polda Sumut yang terlibat dalam peredaran barang haram itu.

“Kita akan berikan tindakan tegas pemberhentian tidak hormat,” kata Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Kamis lalu (7/10/2021).

Sementara itu, pihak Kejaksaan Negeri Tanjung Balai, Sumatera Utara kini tengah menangani kasus 11 Anggota Kepolisian yang bertugas di Tanjungbalai terkait Narkoba. Ancaman paling berat untuk oknum penegak hukum itu adalah Hukuman Mati.

“Ini daftar nama 11 anggota yang diancam hukuman mati tersebut : 1). BRIGADIR TU,  2). BRIKA SN, 3). BRIGADIR LA,  4). BRIGADIR ART,  5). BRIPKA KH,  6). BRIPKA JSL, 7). BRIGADIR RA,  8). BRIPKA ASP, 9). BRIPKA HTH, 10). BRIGADIR KUN,  11). AIPTU WAR.

“Ya, diancam hukuman mati, dan paling ringan penjara selama 20 tahun,” tegas Dedi Saragih, Kasi Intelijen Kejari Tanjung Balai.

Dijelaskannya, 11 oknum Anggota Polisi dan 3 orang sipil ini disangkakan dengan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Saat ini, mereka berada di sel tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Pulo Simardan, Kota Tanjung Balai, yang selanjutnya nanti menunggu jadwal persidangan.

“Sidang terbuka untuk umum, dan kemungkinan besar dilakukan dengan cara virtual,” beber Dedi Saragih.

Terungkap kasus ini berawal dari Tim Polda Sumatera Utara menangkap 14 orang, termasuk 11 oknum anggota Kepolisian yang diketahui menjual belasan kilogram sabu sabu hasil tangkapan mereka pada (19/5/2021).

Saat itu, anggota Polres Tanjungbalai bernama Khairudin, bersama dua petugas Polairud bernama Syahril Napitupulu, dan tersangka Alzuma Delacopa mengamankan satu kapal kayu di Sungai Lunang, Kecamatan Kepayang.

Saat penangkapan itu, dua pelaku yang diduga sebagai kurir berhasil melarikan diri.

Ketika diperiksa Polisi, di dalam kapal itu terdapat 76 bungkus narkoba jenis sabu. Satu bungkusnya seberat 1 Kg.

Hasil pemeriksaan, 76 kilogram sabu itu terdiri dari bungkusan warna hijau merk Qing Shan dan bungkus warna kuning merk Guanyinwang.

Khairudin kemudian melaporkan kepada Togap Sianturi selaku Kasat Polairud. Togap langsung memerintahkan tersangka Juanda, Hendra, John Erwin untuk berangkat menuju lokasi, barang bukti sabu kemudian dibawa ke Kantor Polair Tanjungbalai.

Namun dalam perjalanan, anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Tanjungbalai bernama Tuharno memindahkan 13 bungkus sabu ke dalam satu buah goni dan disimpan di lemari penyimpanan minyak kapal.

Jadi, dari 76 kilogram sabu yang ditemukan, hanya dilaporkan 57 kilogram kepada Kasat Polair Tanjungbalai.

Setelah itu, tersangka Tuharno bersama dengan Khairudin, dan Syahril Napitupulu sepakat untuk menyisihkan 6 kg sabu yang ada di kapal tersebut untuk dijual oleh mereka.

Selanjutnya Sabu tersebut kemudian dijual ke tersangka Tele (DPO) dengan harga Rp 250 juta dan dibayarkan ke Waryono.

Kemudian, 5 kg sabu lainnya dijual Wardoyo ke Boyot dengan harga Rp 1 miliar. Sisanya, dijual kepada tersangka Sawaluddin, Adi Iswanto, Iswanto Tanjung, masing-masing 1 kilogram dengan harga Rp 550 juta.(Edi Ng/Red)

Siasat Info.co.id

Recent Posts

News!! Tolak Kepsek Baru, Gerbang SDN 036 Rantau Panjang Tabir Diwarnai Spanduk Penolakan 

Siasatinfo.co.id Berita Merangin -  Polemik pelantikan kepala sekolah di merangin hingga kini belum usai. Buktinya,…

10 jam ago

10 Terdakwa PJU Dishub Kerinci, Kejakasaan Sita Aset dan Uang Ganti Rugi Rp 2,7 M

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Titik akhir pengungkapan kasus Korupsi Proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) di…

1 hari ago

Rotasi Kepsek Dinilai Akal-Akalan, Kebijakan Pemkab Merangin Bebani ASN Lansia

Siasatinfo.co.id Berita Merangin - Kebijakan rotasi dan mutasi kepala sekolah yang dilakukan pemerintah kabupaten Kabupaten…

5 hari ago

Menapaki Jenjang Pendidikan Baru, Siswa-Siswi SD Negeri 253 Bangko Resmi Dilepas

Siasatinfo.co,id Berita Merangin - Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti acara pelepasan siswa-siswi kelas VI…

5 hari ago

Terciduk Kamera, Buangan Sampah MBG Siulak Tuai Sorotan Miring Warga Pasar Senin

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Mulai menuai sorotan miring publik terkait pembuangan sampah di lokasi belakang…

6 hari ago

Kapolres Kerinci Berang! Tindak Kendaraan Lansir dan Larang Bekingan, Antrian Modus Cuan BBM Ilegal

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Penyebab dan pemicu dari kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) Subsidi maupun Non…

1 minggu ago