Siasatinfo.co.id, Berita Sungai Penuh – Santer diberitakan media, soal mencuat dugaan Pungutan Liar (pungli) terhadap Guru Sertifikasi di SMP 6 Kota Sungai Penuh, Kepsek Asrul pun angkat bicara.
Sebelumnya, dalam pemberitaan setiap satu semester Rp. 500.000,- per guru dengan jumlah guru lebih 14 orang. Informasi ini dibantah oleh Kepala Sekolah SMP 6 Kota Sungai Penuh.
Menurutnya, informasi adanya pungli terhadap Guru sertifikasi di sekolahnya itu tidak benar, selama 1,5 tahun ia di SMP 6 tidak ada aktifitas pungutan tersebut, dan ia sendiri mengaku tidak mengetahuinya.
“saya sudah 1.5 tahun menjabat sebagai kepala sekolah di sini, tidak pernah ada pungutan tersebut, dan saya bersumpah bahwa tidak ada pungutan itu sama sekali” ungkap Kepsek Asrul kepada media.
Soal dana mutu dan model disebut 50 juta tidak jelas kemana dana tersebut, “itu juga keliru, dananya 20 juta, penggunaan sesuai juknis dari Jambi” ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Operator Sertifikasi Joni, menurutnya tidak mungkin ia melakukan itu terhadap guru-guru yang sudah tua-tua.
“itu tidak mungkin saya lakukan, mana berani menekan mereka minta uang atau sejenis yang sipat pungli,” ungkapnya.
Namun demikian kata Joni, jika pun ada yang memberi ia terima, namun tidak pernah menetapkan jumlahnya.
“tidak saya minta, dan tidak ditetapkan, jika ada dengan ikhlas memberi saya terima, saya berani bersumpah jika ada pungutan seperti itu” kata Joni. (wen)
Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Musibah kebakaran terjadi pada sebuah rumah permanen di Desa Padang Jantung,…
Siasatinfo.co.id, Berita Batanghari - Puluhan orang anggotan Ormas GRIB JAYA DPC Kabupaten Batanghari gelar aksi…
Siasatinfo.co.id, Berita Jambi - Sarat dugaan penggelembungan harga bahan dan material yang berpotensi merugikan uang negara…
Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Kelas pencegahan korupsi di 11 Kabupaten dan Kota se Provinsi Jambi…
Siasatinfo.co.id, Berita Jambi - Mencuat dugaan kecurangan pelaksanaan kerja Proyek Tender Revitalisasi Anjungan Rumah Adat…
Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci - Pasca unjuk rasa Desa Pulau Pandan dan Karang Pandan di Areal…